NUNUKAN, infoSTI – Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG) Liang Bunyu, Pulau Sebatik, mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana, kepada siswa siswi SMKN I Sebatik Barat, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (12/3/2026).
Suasana haru terjadi ketika Kepala Sekolah SMKN I Sebatik Barat, Mangestiningtyas, menuturkan betapa MBG begitu dinantikan, khususnya oleh anak anak TKI Malaysia yang tinggal di asrama sekolah.
‘’Anak anak kami yang tinggal di asrama, yang merupakan anak TKI Malaysia, sering melihat pembagian MBG di berita. Mereka sering juga curhat ke guru kalau ingin juga mendapat MBG,’’ ujarnya, saat ditemui.
Keinginan anak anak TKI tersebut, dilatarbelakangi oleh kasus keterlambatan pengiriman uang oleh orang tua mereka.
Biasanya, anak anak TKI selalu jajan dan makan di kantin sekolah.
Namun ketika uang kiriman dari orang tuanya tak tepat waktu, mereka sering urunan untuk menanggung kebutuhan makan temannya yang telat menerima kiriman uang.
‘’Jadi bagi mereka, MBG ditunggu tunggu karena mereka tidak harus selalu berharap kiriman uang makan, datang tepat waktu. Itulah kenapa saat ada paket MBG datang ke SMKN I Sebatik Barat, saya terharu, ingat curhatan anak anak TKI itu,’’ tutur Mangestiningtyas.
Ada sekitar 423 siswa/siswi di SMKN I Sebatik Barat, dari total jumlah tersebut, sebanyak 69 orang, merupakan anak TKI Malaysia.
Mereka awalnya memiliki kendala dalam mengenyam pendidikan, karena nihilnya NIK atau identitas kependudukan.
Namun pihak SMK bekerjasama dengan Disdukscapil, akhirnya bisa menyelesaikan urusan administrasi, dan memberikan akses pendidikan, dengan menampungnya di asrama sekolah.
‘’Terharunya itu, saat mereka menceritakan ingin mendapat jatah MBG, dan ternyata ucapannya terkabul. Kita semua tahu bagaimana kondisi anak anak TKI di perbatasan. Jadi ketika keinginan mereka terkabul, itu membuat saya sebagai Kepala Sekolah ikut bersyukur,’’ kata Mangestiningtyas lagi.
Tahan nafsu dan tahan jempol
SPPG Liang Bunyu, Sebatik Barat, merupakan SPPG kedua di Pulau Sebatik yang beroperasi di bawah Yayasan Aztrada Garuda Jaya.
Ada sekitar 876 pelajar sasaran yang akan dilayani SPPG Liang Bunyu, yang berasal dari 3 sekolah.
Masing masing, SMKN I Sebatik Barat, SD 01 Muhammadiyah Sebatik Barat dan SDN 02 Sebatik Barat.
Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is mengatakan, sebuah pelayanan tentu tak langsung sempurna, sebagaimana peribahasa ‘tiada gading yang tak retak’.
‘’Begitu juga MBG di Pulau Sebatik. Bulan Ramadhan yang kebetulan menjadi waktu perdana penyaluran MBG di Sebatik Barat, saya berpesan tahan nafsu, dan tahan jempolmu,’’ kata dia.
Ibnu Saud menegaskan kalau dirinya tidak melarang adanya complain atau protes terkait komposisi dan kualitas menu MBG yang dibagikan.
Kendati demikian, protes tersebut hendaknya langsung disampaikan kepada Kepala Sekolah, pengelola SPPG atau kepada Camat, tak perlu langsung memviralkannya di media social.
‘’Medsos tidak bisa menjawab. Medsos hanya menimbulkan adu domba. Jadi saya tidak melarang adanya protes menu MBG, tapi hendaknya protes dilakukan kepada yang bertanggung jawab, sehingga akan ada tindakan untuk perubahan,’’ tegasnya.
Ia mencontohkan adanya tiga SPPG di Kota Tarakan yang ditutup setelah mendapat protes masyarakat, per awal Maret 2026.
Masing masing, berada di wilayah Juwata Laut, Kampung Empat, dan Karanganyar, Kota Tarakan.
Penutupan dilakukan akibat evaluasi menu yang tidak memenuhi standar gizi dan keluhan dari orang tua siswa.
SPPG tersebut hanya bisa beroperasi kembali jika standar pengelolaan dan gizi dipenuhi.
‘’Jadi kalau protes lebih baik langsung, jangan memilih medsos. Ketika protes kalian dilempar ke Medsos, opini public akan terbagi, dan terjadi perdebatan yang seharusnya tidak perlu,’’ tegasnya.
MBG investasi terbaik
Wakil Wali Kota Tarakan ini juga mengatakan bahwa Program MBG adalah bentuk investasi terbaik bagi bangsa.
Sampai hari ini, masih banyak yang mempertanyakan investasi apa yang masuk mulut dan keluar menjadi kotoran.
Namun itu semua akan terbantahkan seiring waktu, ketika generasi bangsa tumbuh sehat, kuat dan pintar karena mengkonsumsi MBG.
MBG menggerakkan perkonomian bangsa. Hasil pertanian dan perkebunan, baik itu beras, sayur mayur, buah buahan, termasuk hasil peternakan, tak perlu khawatir akan mubazir.
Selain itu, kandungan vitamin dan gizi pada MBG, akan menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi fisik dan otak.
‘’Ketika otak generasi bangsa pintar, kita bisa bersaing di kancah global. Kemampuan otak, seringkali mengalahkan kuantitas,’’ katanya lagi.
Ibnu Saud kembali menegaskan, apa yang dikatakan masuk mulut dan menghasilkan sampah, sama sekali tak benar.
Yang mereka katakan sampah, itu adalah gizi yang diolah tubuh menjadi sumber energy.
Namanya gizi, terang Ibnu Saud, tidak akan pernah terbuang. Ia akan terdistribusi ke organ dan otak, sehingga menghasilkan anak Indonesia yang secara fisik dan Iq lebih baik.
‘’Yang berkuasa di dunia ini, adalah yang menguasai ilmu pengetahuan. Apakah dengan kebodohan kita bisa bersaing dengan negara maju,’’ kata dia.











