Menu

Mode Gelap
Tim Damkar Nunukan Evakuasi Seekor Sapi yang Terperosok Masuk Septik Tank DPRD Nunukan Pertanyakan Pencoretan Anggaran Sister School : Nunukan Butuh Perbaikan SDM Ramai di Medos Ketua DPRD Nunukan Dikepung dan Dimarahi Pedagang Pasar Tradisional Jamaker, Ini yang Terjadi Kebakaran Toko Sembako di Nunukan Sebabkan Ledakan di Tiang Travo Listrik, PLN Padamkan Saluran Listrik Alun Alun Nobar Piala Dunia Harus Tempuh Jarak 5 Km, Puluhan KK di Pulau Sebatik Minta PLN Segera Salurkan Listrik, Berani Bayar Dua Kali Lipat Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran

Advertorial

Kisah Haru Jemaah Haji Termuda Nunukan, Berangkat Mewakili Ibu yang Wafat dan Ayah yang Menderita Sakit Demensia Dini

badge-check


					Kisah Haru Jemaah Haji Termuda Nunukan, Berangkat Mewakili Ibu yang Wafat dan Ayah yang Menderita Sakit Demensia Dini Perbesar

NUNUKAN, infoSTI – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan 222 Calon Jemaah Haji (Calhaj) asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang digelar di Aula Serbaguna, lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Kamis (30/4/2026).

Dua kakak beradik, Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti, berangkat ke Tanah Suci dengan membawa amanah besar untuk mewujudkan impian kedua orang tuanya.

Keberangkatan yang seharusnya menjadi milik ibunda dan ayahandanya, harus terwakilkan karena maut yang lebih dulu menjemput sang ibu.

Sementara sang ayah, kini tengah berjuang melawan penyakit demensia dini (young-onset dementia).

Dengan mata berkaca-kaca, sang adik, Andi Nur Syafariyanti, gadis belia yang tercatat sebagai salah satu calon jemaah haji termuda asal Nunukan tahun ini, mengungkapkan isi hatinya dengan suara bergetar.

“Sesampainya kami di Tanah Suci nanti, kami ingin mendoakan ibu, semoga segala amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya semasa hidup. Dan untuk ayah, kami akan terus memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan dan kesehatan kembali,” ucapnya lirih menahan tangis.

Andi Nur Syafarianti, sangat sadar, bahwa perjalanan ini bukan sekadar ibadah kepada Tuhannya, tetapi sekaligus bentuk bakti dan cinta yang tak terhingga kepada orang tua.

Bersama sang kakak, ia bertekad menjalani setiap rangkaian ibadah dengan niat tulus, menghadiahkan doa terbaik bagi kedua orang tua mereka.

Dua sosok haji muda Nunukan ini, mengajarkan arti kehilangan yang mereka hadapi dengan kesabaran dan keikhlasan. Keduanya juga memiliki keteguhan hati dalam menjaga amanah.

Kisah keduanya sontak membuat suasana pelepasan Calon Jamaah Haji (Calhaj) semakin haru. Isak tangis para Calhaj langsung pecah.

Pelukan hangat dan doa-doa yang dipanjatkan, mengiringi langkah kakak beradik tersebut menuju perjalanan suci yang sarat makna.

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, mengatakan, kisah ini merupakan contoh dari sebuah bakti luar biasa kepada kedua orang tua.

Kisah Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan religi fisik, melainkan juga perjalanan hati.

‘’Di dalamnya ada doa yang tak sempat terucap, harapan yang tertunda, dan cinta yang terus hidup dititipkan dalam setiap langkah menuju Tanah Suci,’’ tuturnya.

“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” harapnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial