Menu

Mode Gelap
Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara

Kaltara

Rendam 5 Desa di Pedalaman Nunukan, Banjir Kiriman Malaysia Mulai Surut

badge-check


					Petugas BPBD dan kapal yang membawa rombongan Bupati Nunukan, Irwan Sabri meninjau lokasi banjir di Desa Atap, Kecamatan Sembakung. Dok.Prokopim. Perbesar

Petugas BPBD dan kapal yang membawa rombongan Bupati Nunukan, Irwan Sabri meninjau lokasi banjir di Desa Atap, Kecamatan Sembakung. Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Banjir tahunan yang terjadi di wilayah Pedalaman Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Senin (6/1/2026), berangsur surut.

Camat Sembakung, Agus Arif mengatakan, ketinggian air sungai berdasarkan hasil pemantauan terkini, tercatat mencapai 3,83 meter.

‘’Ada  penurunan  debit  air  sungai sebesar  5  cm  dari  pantauan  sebelumnya,’’ ujarnya dikonfirmasi Selasa (13/1/2026).

Secara keseluruhan, kata Agus, terdapat 5 desa di Kecamatan Sembakung yang terdampak banjir. Masing masing,

  1. Desa Atap
  2. Desa Tagul
  3. Desa Manuk Bungkul
  4. Desa Lubakan
  5. Desa Tujung.

Pemerintah Kecamatan Sembakung mencatat, sejumlah fasilitas umum terendam cukup parah. Diantaranya,

  1. Pos Damkar Sembakung
  2. GOR Sembakung
  3. SDN 1 Sembakung
  4. SDN 2 Sembakung
  5. SDN 4 Tembelunu
  6. Pustu Tembelunu
  7. Posyandu Belibis Atap
  8. Masjid, SDN, dan BPU (Balai Pertemuan Umum) Tagul
  9. SDN 03 Tembelunu
  10. Rumah warga

‘’Ada sekitar 1.020 rumah terdampak, dengan jumlak KK sebanyak 1428 atau 4.461 jiwa. Adapun jumlah rumah warga yang terendam sebanyak 232 rumah,’’ urainya.

Atas musibah ini, Bupati Nunukan, Irwan Sabri juga datang ke lokasi bencana banjir, untuk memastikan bantuan terdistribusi dengan baik.

Ia juga memantau langsung pembagian bantuan 1.734 paket Sembako di wilayah banjir.

‘’Banjir tahunan ini menjadi keprihatinan kami selaku Pemerintah Daerah. Kita terus mencari solusi jangka panjang, termasuk penanganan infrastruktur dan opsi relokasi bagi wilayah yang kerap terdampak banjir,’’ kata Irwan.

Untuk diketahui, banjir yang rutin terjadi setiap tahun ini berasal dari aliran sungai yang berada di wilayah perbatasan Malaysia.

Banjir berawal dari Sungai Talangkai (Sepulut, Sabah) yang mengalir ke Sungai Pampangon, lalu berlanjut ke Sungai Lagongon, dan Sungai Pagalungan.

Aliran sungai tersebut masuk Indonesia, melalui Sungai Labang, Sungai Pensiangan, dan Sungai Sembakung, wilayah perbatasan RI – Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara