Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan Penjelasan Pemkab Nunukan Terhadap Sorotan Tajam Alokasi Beasiswa Untuk Mahasiswa Oleh Fraksi Demokrat Kekurangan Nakes Tak Boleh Jadi Masalah Abadi Pemkab Nunukan, Sekda Jelaskan Kebijakan Afirmatif

Advertorial

Program Kaltara Terang, Beri Asa Baru Bagi UMKM di Desa Pelosok Linsayung

badge-check


					 Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati. membuka peluncuran program ditandai dengan sosialisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk penyediaan tenaga listrik di Desa Linsayung, pedalaman Nunukan. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati. membuka peluncuran program ditandai dengan sosialisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk penyediaan tenaga listrik di Desa Linsayung, pedalaman Nunukan. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Program ‘Kaltara Terang di Perbatasan Negeri’, resmi menjangkau Desa Linsayung, Kabupaten Nunukan.

Selain menghadirkan listrik untuk wilayah perbatasan yang selama ini belum terjangkau jaringan, program ini juga difokuskan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan UMKM berbasis energi listrik.

Peluncuran program, dibuka oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, dan ditandai dengan sosialisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk penyediaan tenaga listrik.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, mengatakan, Gubernur Kaltara menekankan agar penyediaan listrik tidak hanya sekadar menerangi rumah warga, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.

“Ibu Rahmawati memberikan arahan, dan Bapak Gubernur menegaskan bahwa listrik harus dimanfaatkan untuk menguatkan UMKM dengan peralatan berbasis listrik,” ujarnya, dikonfirmasi Minggu (30/11/2025).

Program Kaltara Terang di Perbatasan Negeri menjadi langkah strategis Pemprov Kaltara dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan terdepan negara.

Sebagai bentuk dukungan nyata, sebanyak delapan perusahaan sektor ESDM ikut berpartisipasi menyumbangkan PLTS berkapasitas 2 kW serta empat unit mesin jahit listrik.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi rumah produksi UMKM yang akan mengembangkan produk tas berbahan kulit dan anyaman rotan.

Untuk diketahui, Desa Linsayung, merupakan salah satu lokasi yang selama ini belum memiliki akses listrik memadai, sehingga kehadiran program ini dinilai menjadi tonggak penting untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ke depan, Pemprov Kaltara berencana memperluas program melalui kolaborasi bersama Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan pihak swasta.

Skemanya, pemerintah fokus pada penyediaan listrik untuk permukiman, sementara pihak swasta mengambil peran dalam penyediaan sarana produksi bagi UMKM.

“Kolaborasi ini kami dorong agar pemberdayaan UMKM lebih terarah dan masyarakat bisa merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya listrik,” tambah Yosua.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial