NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri, meresmikan pembukaan lapangan mini soccer di Kampung Enrekang, Kecamatan Sebatik Barat.
Lapangan mini soccer tersebut, merupakan lapangan sepak bola mini perdana di Kabupaten Nunukan, dan menjadi salah satu bukti komitmen Pemda Nunukan dalam mencetak talenta muda dan mengasah bakat olahraga anak anak di perbatasan RI – Malaysia.
Untuk diketahui, lapangan mini soccer adalah versi lebih kecil dari lapangan sepak bola standar, dengan ukuran bervariasi.
Namun umumnya berkisar panjang 50-80 meter dan lebar 30-50 meter, menggunakan rumput alami atau sintetis, dan memiliki gawang lebih kecil, ideal untuk permainan yang lebih cepat dan padat, seringkali dimainkan 7vs 7 atau 9 vs 9.
‘’Lapangan ini akan menjadi pusat kegiatan olahraga dan pengembangan bakat, pembinaan generasi muda atas mental spiritual yang kuat, sportif, jujur dan tangguh, dan bisa mengharumkan nama Kabupaten Nunukan,’’ ujar Irwan Sabri, Sabtu (27/12/2025).
Selama ini, Kabupaten Nunukan memiliki image negative dengan banyaknya pengaruh narkoba dan kasus kasus criminal yang didominasi narkoba.
Lapangan mini soccer, menjadi salah satu upaya pemda dalam menyediakan solusi agar generasi muda fokus pada kegiatan positif yang mengasah bakat olahraga dan hidup sehat.
‘’Setahun lalu, ketika saya belum jadi Bupati Nunukan, saya berdiri disini, mendengarkan keluhan dan permintaan masyarakat. Belum genap setahun, saya sudah merealisasikan salah satu janji saya untuk menyediakan lapangan bola, saya tunaikan janji politik saya satu persatu,’’ kata dia.
Bagi Irwan Sabri, lapangan mini soccer di Desa Binalawan tersebut, bukan sebatas pemenuhan janji politik.
Selain mengasah potensi anak anak muda dan menjauhkan dari pengaruh narkoba, keberadaan lapangan bisa menjadi salah satu akses untuk kas desa.
Desa bisa mengembangkan lapangan dengan membuat banyak pertandingan. Event tersebut akan menghidupkan UMKM, dan menambah APBDes.
‘’Desa bisa memungut karcis, menyisihkannya untuk modal pengambangan lapangan, entah itu tribun, toilet dan ruang ganti, serta lapangan parkir. Pemda Nunukan akan melihat lagi, kalau dananya cukup akan kita bantu, tapi kita harus melihat skala prioritas juga dengan kondisi kebijakan keuangan saat ini,’’ kata Irwan Sabri.
Ada 39 klub sepak bola mini yang telah mendaftar sebagai peserta turnamen pasca lapangan dibuka.
Bahkan Bupati Nunukan Irwan Sabri bersama para pejabat, dan anggota DPRD Nunukan sempat menjajal lapangan dengan latih tanding selama 2×10 menit.

Inisiator Pembangunan Lapangan Mini Soccer di Desa Binalawan, Andre Pratama mengatakan, alasan lapangan dibangun di desa tersebut karena status tanah hibah sudah clean and clear.
Masyarakat desa sudah lama menghibahkan tanah tersebut sebagai lapangan dan tempat upacara.
‘’Selain itu, saya berkeliling untuk melihat desain lapangan mini soccer. Saya ke Jakarta, Jawa Barat sampai Padang, melakukan brand storming, sampai akhirnya kita serahkan pengerjaannya pada PT Anak Agung Perkasa. Jadilah lapangan skala nasional seperti yang kita resmikan hari ini,’’ urainya.
Lapangan ini, dibangun dengan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar, dengan lampu LED berdaya 3500 wat, sehingga menjadi salah satu trigger bagi desa agar menyusun Perdes untuk pemeliharaannya.
‘’Dan kita juga sudah buat aturan denda sejuta kalau ada yang merokok dalam lapangan. Itu sebagi warning karena lapangan ini rumputnya sintetis, sekali terbakar, akan menjadi kerugian serius,’’ katanya.
Andre juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut andil dalam pembangunan lapangan mini soccer perdana di Kabupaten Nunukan tersebut.
‘’Jadi selain menjadi akses mencari bakat atlet sepak bola, lapangan juga menjadi sarana pemasukan kas desa. Mohon dipelihara dan dijaga dengan baik,’’ kata Andre.







