TANJUNG SELOR, infoSTI – Upaya Dinas ESDM Kaltara dalam pemerataan akses energi listrik bagi masyarakat prasejahtera, menunjukkan progres positif.
Saat ini, ribuan rumah tangga telah merasakan manfaat dari program bantuan pasang baru listrik (BPBL) gratis yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah.
‘’Sinergi antara Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Provinsi menjadi kunci keberhasilan program ini,’’ ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Yosua Batara Payangan, Selasa (23/12/2025).
Ia menguraikan, distribusi bantuan pemasangan listrik gratis di Kalimantan Utara, terbagi dalam beberapa skema.
- Bantuan Pemerintah Pusat (Kementerian ESDM & PLN) sebanyak 1.601 rumah yang tersebar di 5 Kabupaten dan Kota.
- Bantuan dengan sumber anggaran APBD Provinsi Kaltara, bagi sekitar 146 rumah.
“Untuk bantuan pusat, kita mendapatkan kuota 1.601 rumah yang sudah terpasang sambungannya melalui PLN. Ini mencakup lima kabupaten/kota di Kaltara,” jelasnya.
Meski ribuan rumah sudah teraliri listrik, Yosua mengakui masih terdapat kendala di lapangan.
Salah satu evaluasi utama adalah adanya wilayah yang dihuni warga kurang mampu namun belum memiliki infrastruktur jaringan dasar.
“Permasalahannya adalah masih ada rumah yang belum ada jaringan atau tiang listriknya belum terbangun. Kedepan, ini akan kami sampaikan ke PLN agar ada perluasan jaringan, sehingga masyarakat yang saat ini belum tersentuh bisa menikmatinya di tahun depan,” imbuhnya.
Dinas ESDM Kaltara telah mengusulkan lokasi-lokasi baru untuk melanjutkan program ini di tahun mendatang.
Adapun syarat utama bagi warga yang ingin mendapatkan bantuan ini adalah, masyarakat dengan kategori Rumah Tangga Miskin.
Data penerima divalidasi berdasarkan rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat.
“Kami harapkan tahun depan program ini tetap ada, baik dari pusat maupun daerah. Lokasi-lokasi sudah kami usulkan,” pungkasnya.
Pemerintah berharap bantuan listrik gratis ini tidak hanya sekadar menjadi alat penerangan, tetapi juga motor penggerak kualitas hidup masyarakat prasejahtera.
“Kami harapkan dengan adanya listrik ini, kehidupan ekonomi warga bisa lebih baik. Anak-anak bisa belajar dengan layak di malam hari, dan yang paling penting, warga bisa memanfaatkannya untuk pengembangan UMKM di rumah masing-masing,” tambah Yosua.







