Menu

Mode Gelap
Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara

Kaltara

Nestapa Warga Perbatasan RI di Krayan, Bawa Pulang Jenazah Harus Gotong Royong Keluarkan Mobil dari Jebakan Lumpur

badge-check


					Puluhan warga perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, bergotong royong menarik dan mengeluarkan mobil gardan ganda dari jebakan lumpur, menjadi pembahasan panjang di media social Kaltara, Senin (8/12/2025). Mobil memuat jenazah salah satu warga yang meninggal di Tarakan. Dok.Martinus Baru. Perbesar

Puluhan warga perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, bergotong royong menarik dan mengeluarkan mobil gardan ganda dari jebakan lumpur, menjadi pembahasan panjang di media social Kaltara, Senin (8/12/2025). Mobil memuat jenazah salah satu warga yang meninggal di Tarakan. Dok.Martinus Baru.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah video puluhan warga perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, bergotong royong menarik dan mengeluarkan mobil gardan ganda dari jebakan lumpur, menjadi pembahasan panjang di media social Kaltara, Senin (8/12/2025).

Pasalnya, di dalam mobil putih yang ditarik dengan tambang oleh kelompok masyarakat tersebut, terdapat jenazah warga Krayan Timur, yang dipulangkan pasca berobat di Kota Tarakan.

‘’Untuk memulangkan jenazah, keluarga harus carter pesawat MAF Rp 50 juta. Kita jemput jenazah dari bandara Long Bawan, dan harus memastikan mobil bisa mengantar jenazah sampai tujuan,’’ ujar Martinus Baru, warga Krayan Timur yang mengunggah video dimaksud, dihubungi Selasa (9/12/2025).

Jalan yang dilewati untuk mengantar jenazah salah satu warga Long Umung, Krayan Timur tersebut, merupakan domain Pemerintah Pusat.

Menurut Martinus yang merupakan warga asli Krayan Timur, jalan tersebut belum pernah diaspal, sehingga kondisinya sulit dilewati, apalagi saat musim penghujan.

Dalam rekaman video yang disebarkan Martinus, puluhan warga Krayan berbagi peran untuk memastikan mobil pengangkut jenazah bisa lewat.

Ada yang menyusun sejumlah papan kayu layaknya rel kereta agar ban mobil tak tenggelam di lumpur.

Sebagian menarik mobil tersebut menggunakan tambang karena meski ban mobil sudah melintasi papan kayu, terkadang tetap saja meleset dan masuk jebakan lumpur.

‘’Niat saya mengekspose kondisi duka tersebut, agar Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat bisa menyaksikan langsung bagaimana warga Krayan masih kesulitan akses jalan sejak Indonesia merdeka,’’ ujarnya lagi.

Jika jalan normal, tutur Martinus, maka jenazah bisa sampai di rumah duka hanya dalam waktu sekitar satu jam saja.

Namun melihat kondisi jalan yang rusak dan menjelma kubangan lumpur, waktu tempuh tentu jauh lebih lama.

‘’Kalau bicara nasionalisme, warga Krayan kurang apa. Kami masih Indonesia meski kondisi jalan kami seperti ini. Pangan kami lebih banyak dari sebelah (Malaysia) ketimbang (produk) Indonesia. Tak bisakah pejabat di pusat sana melihat kondisi kami disini,’’ sesalnya.

Dataran tinggi Krayan, sampai hari ini hanya bisa dijangkau dengan pesawat terbang perintis dari Kabupaten Kota Nunukan.

Krayan menjadi wilayah terisolir yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia.

Mayoritas kebutuhan pokok dan penting di wilayah pegunungan ini, dipasok dari Malaysia.

‘’Warga Krayan itu dari dulu mintanya mohon diperbaiki akses jalan kami. Kami ini bagian dari Indonesia, berhak menikmati janji membangun dari pinggiran yang menjadi slogan Pemerintah Pusat. Tidak muluk muluk mau kami tuh,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara