Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM Dua Minggu Lebih Ditampung Dinas Sosial Nunukan, Orang Terlantar yang Mengaku ‘Sultan’ Akhirnya Meninggal Dunia Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan

Advertorial

Tiga SPPG di Kabupaten Nunukan Berhenti Salurkan MBG ke Sekolah, Ini Sebabnya

badge-check


					Ilustrasi : Cerianya pelajar  Nunukan saat menerima MBG. Perbesar

Ilustrasi : Cerianya pelajar Nunukan saat menerima MBG.

NUNUKAN, infoSTI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Timur, Sebatik Tengah dan Nunukan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, tak lagi beroperasi melayani MBG.

‘’Ada tiga SPPG yang sementara tidak beroperasi. Itu SPPG Nunukan Barat, SPPG Sebatik Tengah dan SPPG Sebatik Timur,’’ urai Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, ditemui Jumat (14/11/2025).

Miskia menjelaskan, SPPG Sebatik Timur diminta melakukan perbaikan dan memastikan semua kelengkapan dan alat alat masak hingga kebersihan, telah memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Nihilnya keberadaan ahli gizi juga menjadi kerawanan dalam penyediaan menu makan yang direkomendasikan.

‘’Dan kita mengambil kebijakan untuk penyetopan, sembari memberikan saran agar SPPG melengkapi semua persaratan. Kalau sudah memenuhi standar, kita persilahkan buka lagi,’’ kata Miskia.

Untuk SPPG Sebatik Tengah, disetop sementara karena mengakibatkan 147 siswa di Pulau Sebatik, Nunukan, mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG pada Selasa (30/9/2025).

Hasil pemeriksaan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan serta BBLKM Surabaya menunjukkan bahwa penyebab utama keracunan, adalah bakteri Bacillus cereus.

Sedangkan untuk SPPG Nunukan Barat, Yayasan Aisiyah Ruhama yang sebelumnya menjadi partner, sedang bersiap membuka SPPG sendiri.

‘’Proses evaluasi dan pergantian yayasan mungkin sedikit lama. Kita juga tidak tahu kapan akan dibuka lagi. Semoga saja segera ada kabar dari BGN,’’ kata Miskia.

Untuk diketahui, dari 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, baru 5 Kecamatan yang memiliki SPPG.

Masing masing, 2 Kecamatan di Nunukan Kota, dan 3 Kecamatan di Pulau Sebatik.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial