Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Tiga SPPG di Kabupaten Nunukan Berhenti Salurkan MBG ke Sekolah, Ini Sebabnya

badge-check


					Cerianya pelajar SMPN I Nunukan saat menerima MBG perdana, Perbesar

Cerianya pelajar SMPN I Nunukan saat menerima MBG perdana,

NUNUKAN, infoSTI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Timur, Sebatik Tengah dan Nunukan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, tak lagi beroperasi melayani MBG.

‘’Ada tiga SPPG yang sementara tidak beroperasi. Itu SPPG Nunukan Barat, SPPG Sebatik Tengah dan SPPG Sebatik Timur,’’ urai Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, ditemui Jumat (14/11/2025).

Miskia menjelaskan, SPPG Sebatik Timur diminta melakukan perbaikan dan memastikan semua kelengkapan dan alat alat masak hingga kebersihan, telah memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Nihilnya keberadaan ahli gizi juga menjadi kerawanan dalam penyediaan menu makan yang direkomendasikan.

‘’Dan kita mengambil kebijakan untuk penyetopan, sembari memberikan saran agar SPPG melengkapi semua persaratan. Kalau sudah memenuhi standar, kita persilahkan buka lagi,’’ kata Miskia.

Untuk SPPG Sebatik Tengah, disetop sementara karena mengakibatkan 147 siswa di Pulau Sebatik, Nunukan, mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG pada Selasa (30/9/2025).

Hasil pemeriksaan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan serta BBLKM Surabaya menunjukkan bahwa penyebab utama keracunan, adalah bakteri Bacillus cereus.

Sedangkan untuk SPPG Nunukan Barat, Yayasan Aisiyah Ruhama yang sebelumnya menjadi partner, sedang bersiap membuka SPPG sendiri.

‘’Proses evaluasi dan pergantian yayasan mungkin sedikit lama. Kita juga tidak tahu kapan akan dibuka lagi. Semoga saja segera ada kabar dari BGN,’’ kata Miskia.

Untuk diketahui, dari 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, baru 5 Kecamatan yang memiliki SPPG.

Masing masing, 2 Kecamatan di Nunukan Kota, dan 3 Kecamatan di Pulau Sebatik.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial