Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Hujan Deras Disertai Petir Semalam Suntuk Mengakibatkan 5 Kecamatan di Pulau Sebatik Kebanjiran

badge-check


					Pantauan udara kondisi banjir Pulau Sebatik, Rabu (12/11/2025). Dok.Andre. Perbesar

Pantauan udara kondisi banjir Pulau Sebatik, Rabu (12/11/2025). Dok.Andre.

NUNUKAN, infoSTI – Hujan deras disertai angin kencang dan petir menggelegar yang terjadi semalam suntuk, Selasa (11/11/2025), mengakibatkan Pulau Sebatik di perbatasan RI – Malaysia, kebanjiran.

Perekonomian masyarakat lumpuh, sejumlah sekolah libur. Air menggenangi banyak pertokoan, fasilitas umum, bahkan fasilitas kesehatan.

‘’Banjir di Kecamatan Sebatik Timur paling parah. Air merendam pusat ekonomi masyarakat, masuk pertokoan sedalam betis orang dewasa. Puskesmas Sei Nyamuk digenangi air, dan sekolah As ‘Adiyah, diliburkan,’’ ujar Camat Sebatik Timur, Andi Jhoni, dihubungi, Rabu (12/11/2025).

Masyarakat Pulau Sebatik, sibuk mengevakuasi barang barang, memastikan dipindahkan ke lokasi yang aman dari banjir.

Sementara Pemerintah Kecamatan bersama BPBD, melakukan pendataan, membantu evakuasi perabotan dan barang barang masyarakat, sekaligus menguras sejumlah rumah yang kebanjiran.

‘’Banjir kali ini akibat curah hujan tinggi bersamaan pasang air laut. Kita bersama BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak sekaligus potensi kerugiannya,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, curah hujan di Kabupaten Nunukan, cukup tinggi  dalam sepekan terakhir.

Hujan dengan angin kencang dan sambaran petir, hampir terjadi setiap malam, dan akhirnya mengakibatkan banjir di 5 Kecamatan di Pulau Sebatik.

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama menuturkan, di wilayah pertanian, seperti di Sebatik Barat, petani harus menelan kerugian tak sedikit.

”Mereka baru menanam padi, bibitnya hanyut dan sawahnya terendam banjir. Kasihan petani merugi,’’ ujarnya.

Andre mengatakan, wilayah Sebatik butuh desain khusus dalam mengatasi banjir serta dampak setelahnya.

Setiap kali hujan deras, pusat ekonomi masyarakat perbatasan RI – Malaysia, di Sei Nyamuk, Sei Pancang, termasuk daerah pertanian di Sebatik Barat, mengalami kerugian ekonomi tak sedikit.

‘’Pemda Nunukan butuh master plan penanganan banjir Pulau Sebatik. Kita tahu di Sebatik yang merupakan perbatasan Negara, memiliki ancaman abrasi pantai dan potensi turunnya permukaan tanah. Kalau dibiarkan, saya prediksi tiga tahun ke depan dampaknya semakin tak terkendali,’’ kata Andre.

Dalam urusan penanganan banjir Pulau Sebatik, Pemda Nunukan tentu tak bisa sendirian.

Pemda Nunukan sebaiknya segera berkoordinasi dengan Pemprov Kaltara, hingga Pemerintah Pusat, karena menyangkut wilayah perbatasan negara.

‘’Mungkin bisa dibuat semacam sistem klep pembuangan untuk mengontrol aliran air, dan menjaga agar aliran air laut tak naik ke darat. Bagaimana sistemnya itu tekhnis dan perencanaan yang tahu. Tapi bagaimanapun persoalan banjir Pulau Sebatik, harus segera ditangani serius,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial