Menu

Mode Gelap
Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara

Kaltara

Plafon Ambruk dan Ruang Kelas Bocor, Banyak Sekolah Nunukan Menanti Perhatian Pemerintah

badge-check


					Kondisi SDN 004 Nunukan Selatan, yang sekaligus menjadi ganbaran banyak sekolah lain yang dibangun Kemendikbud tahun lalu. Perbesar

Kondisi SDN 004 Nunukan Selatan, yang sekaligus menjadi ganbaran banyak sekolah lain yang dibangun Kemendikbud tahun lalu.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah video dengan rekaman plafon sekolah ambruk sehingga mengakibatkan kebocoran ruang kelas, menjadi perbincangan riuh di grup medsos Nunukan, Kalimantan Utara.

Sekolah tersebut, adalah SDN 004 yang berada di Desa Sei Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan.

Sekolah dengan 7 RKB tersebut, sebagian besar mengalami kebocoran saat hujan.

Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad mengakui kondisi tersebut.

“Kerusakan plafon bukan hanya terjadi di SDN 004 Nunukan Selatan. Hampir di semua sekolah yang dibangun oleh Kemendikbud yang dibangun tahun lalu,” ujarnya, ditemui, Selasa (9/9/2025).

Dinas Pendidikan, menerima sejumlah keluhan yang sama, dimana kondisi atap plafon sekolah ambruk akibat gypsum yang lembab.

“Kerangka plafonnya dari baja ringan, tapi ketika gypsum lembab, jadi mudah lepas dan ambruk. Itu terjadi bukan hanya di Pulau Nunukan, di Pulau Sebatik juga terjadi peristiwa yang sama,” kata dia.

Dinas Pendidikan Nunukan, sudah melakukan imbauan kepada para Kepala Sekolah untuk sementara mencopot gypsum yang berpotensi ambruk demi kenyamanan belajar mengajar.

Dinas Pendidikan juga masih memperjelas status sejumlah gedung sekolah yang plafonnya ambruk tersebut.

Apakah sudah diserahkan resmi oleh kontraktor ke Pemda, atau baru sebatas pinjam pakai.

“Kita menunggu kejelasan status sembari berkoordinasi dengan BPKAD untuk kesiapan anggaran renovasinya,” jelasnya.

“Mungkin kita realisasikan perbaikan dan renovasinya di 2026. Karena untuk anggaran tidak semudah itu prosesnya,” lanjutnya.

Sebenarnya, kata Akhmad, masalah rangka plafon gedung sekolah berbahan baja ringan sempat diprotes Akhmad saat Rapat Koordinasi bersama Kontraktor.

Akhmad menginginkan rangka plafon terbuat dari kayu. Selain lebih kuat, rangka kayu juga jauh lebih efisien.

“Tapi jawabannya tidak bisa pakai kayu. Sudah juknisnya pakai baja ringan. Dan akhirnya terjadilah plafon ambruk di banyak sekolah,” sesalnya.

Selain plafon ambruk, kerusakan meubelair juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan Nunukan.

Akhmad mengakui banyak baut meubelair sering kendor, namun pihak sekolah belum menjadikan masalah tersebut sebagai perhatian khusus.

“Saya harap para Kepsek menjaga bantuan meubelair di sekolahnya masing masing. Saya kira itu kewajiban.

Terlebih kalau hanya sekedar baut hilang atau kendor, tolonglah diperbaiki supaya kerusakan tidak parah,” pesannya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara