Menu

Mode Gelap
Fraksi Demokrat Sarankan Digitalisasi Laporan, Mengurangi Penggunaan Kertas dan Bolpoin Pendapatan Daerah Turun, Fraksi Nasdem Sarankan Pemangkasan Belanja Seremonial PAD Nunukan Turun, Fraksi PDIP Meminta Pemda Lebih Kreatif Pendapatan Daerah Turun, Fraksi Gerindera Minta Penjelasan Terperinci Anggota DPRD Nunukan Said Hasan Menuntut Pemisahan Sebaung dari Wilayah Administrasi Kecamatan Nunukan Kelangkaan BBM di Pulau Sebatik Menjadi Atensi Khusus PKS Nunukan

Nunukan

Tak Mau Pulang Kampung Karena Masih Ingin Cari Uang Untuk Anak, Pria Asal Trenggalek Ditemukan Tewas di Nunukan

badge-check


					Polisi melakukan olah TKP terhadap temuan mayat pria asal Trenggalek, Jawa Timur, yang ditemukan tewas karena serangan jantung. Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Polisi melakukan olah TKP terhadap temuan mayat pria asal Trenggalek, Jawa Timur, yang ditemukan tewas karena serangan jantung. Dok.Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Jasad seorang laki laki ditemukan di dapur sebuah rumah yang ada di Jalan Patimura, RT 04, Kelurahan Selisun, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (17/9/2026) malam.

Dari KTP yang ditemukan, laki laki tersebut bernama Susanto (52) warga Jalan Dusun Sigit, Rt.02, Kelurahan Kedung Sigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kapolsek Nunukan Kota, Iptu Disko Barasa mengatakan, dari keterangan yang diperoleh di TKP, sekitar pukul 10.28 wita, korban sempat menelfon temannya, Jumadi, meminta tolong untuk mengurut pinggangnya yang terasa nyeri.

Namun karena pagi itu Jumadi sedang sibuk, ia menyanggupi untuk memenuhi panggilan tersebut, sekitar pukul 16.00 wita.

“Saat datang ke rumah kediaman korban, saksi mengatakan melihat kondisi korban terbaring di lantai dapur sudah kaku dan meninggal dunia,” ujar Barasa saat dihubungi.

Polisi kemudian memulai tracking kontak korban setelah mengetahui rumah yang ditinggali korban adalah milik bos korban, Sundi.

Sundi berinisiatif menghubungi adik kandung korban, Tio, yang bekerja di wilayah pedalaman Seimanggaris.

Menerima berita duka tersebut, Tio langsung menyeberang ke Nunukan.

“Jadi korban sudah lama sakit jantung. Bosnya, Sundi, beberapa kali membiayai pengobatan korban. Sundi juga sudah menyarankan kepada korban untuk istirahat bekerja atau pulang ke kampung halamannya saja. Tapi korban tak mau dengan alasan masih ingin membiayai anaknya di Trenggalek,” urainya.

Sundi yang sudah cukup lama memperkerjakan korban, kemudian menawarinya untuk tinggal di bangunan tak jauh dari gudang miliknya. Korbanpun tinggal sendiri di gedung tersebut.

‘’Ada alasan pribadi yang membuat korban malu pulang kampung. Ia merasa gagal sebagai kepala rumah tangga dan ingin fokus membiayai anaknya dengan terus bekerja, meski kondisi jantungnya membuatnya tak mampu mewujudkan keinginannya,’’ imbuh Barasa.

Kondisi korban juga dikuatkan dengan keterangan adiknya, Tio. Korban sudah sekitar empat tahun tersiksa dengan kondisi jantungnya. Bahkan di jantung korban, sudah terpasang tiga buah ring.

‘’Masalah pemakaman korban didiskusikan dengan keluarga di Jawa. Pada akhirnya, mereka mengikhlaskan kepergian korban, dan merelakan jasadnya dimakamkan di TPU Selisun, Nunukan Selatan,’’ kata Barasa.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan