Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Nunukan

Tak Mau Pulang Kampung Karena Masih Ingin Cari Uang Untuk Anak, Pria Asal Trenggalek Ditemukan Tewas di Nunukan

badge-check


					Polisi melakukan olah TKP terhadap temuan mayat pria asal Trenggalek, Jawa Timur, yang ditemukan tewas karena serangan jantung. Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Polisi melakukan olah TKP terhadap temuan mayat pria asal Trenggalek, Jawa Timur, yang ditemukan tewas karena serangan jantung. Dok.Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Jasad seorang laki laki ditemukan di dapur sebuah rumah yang ada di Jalan Patimura, RT 04, Kelurahan Selisun, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (17/9/2026) malam.

Dari KTP yang ditemukan, laki laki tersebut bernama Susanto (52) warga Jalan Dusun Sigit, Rt.02, Kelurahan Kedung Sigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kapolsek Nunukan Kota, Iptu Disko Barasa mengatakan, dari keterangan yang diperoleh di TKP, sekitar pukul 10.28 wita, korban sempat menelfon temannya, Jumadi, meminta tolong untuk mengurut pinggangnya yang terasa nyeri.

Namun karena pagi itu Jumadi sedang sibuk, ia menyanggupi untuk memenuhi panggilan tersebut, sekitar pukul 16.00 wita.

“Saat datang ke rumah kediaman korban, saksi mengatakan melihat kondisi korban terbaring di lantai dapur sudah kaku dan meninggal dunia,” ujar Barasa saat dihubungi.

Polisi kemudian memulai tracking kontak korban setelah mengetahui rumah yang ditinggali korban adalah milik bos korban, Sundi.

Sundi berinisiatif menghubungi adik kandung korban, Tio, yang bekerja di wilayah pedalaman Seimanggaris.

Menerima berita duka tersebut, Tio langsung menyeberang ke Nunukan.

“Jadi korban sudah lama sakit jantung. Bosnya, Sundi, beberapa kali membiayai pengobatan korban. Sundi juga sudah menyarankan kepada korban untuk istirahat bekerja atau pulang ke kampung halamannya saja. Tapi korban tak mau dengan alasan masih ingin membiayai anaknya di Trenggalek,” urainya.

Sundi yang sudah cukup lama memperkerjakan korban, kemudian menawarinya untuk tinggal di bangunan tak jauh dari gudang miliknya. Korbanpun tinggal sendiri di gedung tersebut.

‘’Ada alasan pribadi yang membuat korban malu pulang kampung. Ia merasa gagal sebagai kepala rumah tangga dan ingin fokus membiayai anaknya dengan terus bekerja, meski kondisi jantungnya membuatnya tak mampu mewujudkan keinginannya,’’ imbuh Barasa.

Kondisi korban juga dikuatkan dengan keterangan adiknya, Tio. Korban sudah sekitar empat tahun tersiksa dengan kondisi jantungnya. Bahkan di jantung korban, sudah terpasang tiga buah ring.

‘’Masalah pemakaman korban didiskusikan dengan keluarga di Jawa. Pada akhirnya, mereka mengikhlaskan kepergian korban, dan merelakan jasadnya dimakamkan di TPU Selisun, Nunukan Selatan,’’ kata Barasa.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan