NUNUKAN, infoSTI – Keberadaan ranting pohon yang disusun sedemikian rupa untuk menjadi palang atau penghalang pengguna jalan di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, sedang riuh diperbincangkan di media social.
Terlebih, lokasi blockade atau palang yang menghalangi jalan utama tak hanya di satu titik, dan semuanya berlokasi jauh dari pemukiman penduduk, seperti daerah perkebunan serta bukit.
Masyarakat pengguna jalan menduga, hal tersebut dilakukan oleh begal, sehingga mengunggah videonya di media social, sekaligus sebagai peringatan bagi warga Pulau Sebatik yang berkendara di malam hari.
Sebuah video yang diunggah akun facebook Asra Tasra merekam bagaimana perjalanannya bersama keluarga, harus terhenti sebanyak tujuh kali hanya untuk menyingkirkan ranting pohon dan buah kelapa sawit yang disusun untuk menghalangi jalan.
Ia juga memperingatkan masyarakat agar hati hati.
‘’Ini kejadian tadi Subuh jam 4 yah, (29/3/2026). Kami berangkat dari Maspul ke Liang Bunyu, Pelabuhan Feri. Kami dikagetkan dengan aksi begal yang pasang ranting kayu, pohon dan buah sawit yang disusun di tengah jalan. Jadi kalau jalan sendiri ya siaplah dibegal. Tapi Alhamdulillah tadi kami ramai sekeluarga jalan dua motor, masing masing boncengan dan juga bawa mobil pikap, jadi ramai. Makanya begalnya takut keluar,’’ tulisnya.
‘’Wee takutnya aku, dari 2016 aku sering jalan tengah malam kadang Subuh, mana ada kejadian begini. Sebatik tidak aman memang sudah gaess. Harus ada patroli daerah Sebatik Barat nih,’’ lanjutnya.
Postingan inipun langsung menjadi ramai, apalagi beberapa waktu lalu, terjadi aksi begal di sebuah toko kelontong.
Peristiwa tersebut, terekam CCTV dan pelaku merupakan laki laki dengan membawa sesuatu mirip pistol, dan polisi masih memburu pelaku.
Kapolsek Sebatik Barat, Iptu Erikson Marpaung mengatakan, polisi langsung menindaklanjuti kejadian yang tengah ramai tersebut.
‘’Memang kalau dugaan dilakukan oleh begal masuk akal. Kami sudah lakukan pengetatan pengawasan dengan patroli intens untuk mengantisipasi isu begal yang sedang ramai,’’ jawabnya, dihubungi, Senin (30/3/2026).
Erikson juga mengimbau masyarakat untuk tak bepergian sendirian di malam hari.
‘’Harap berhati hati, usahakan jangan berkendara sendirian khususnya di malam hari,’’ kata dia.










