NUNUKAN, infoSTI – Sebuah laporan kasus dugaan penjambretan di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi perbincangan masyarakat.
Kasus jambret di perbatasan RI – Malaysia baru terjadi, sehingga menimbulkan diskusi panjang di media social, sekaligus menimbulkan keresahan masyarakat.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengatakan, polisi sedang menyelidiki adanya sebuah laporan jambret yang terjadi di Pulau Sebatik.
‘’Kasusnya (jambret) di pertengahan Februari 2026, polisi masih melakukan penyelidikan,’’ ujarnya, dikonfirmasi Selasa (3/3/2026).
Peristiwa penjambretan, dilaporkan korban, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Andi Fitriani, warga RT 008 Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat.
Dalam laporan, korban menuturkan ia dicegat seorang laki laki mengendarai motor Honda Scoopy hitam, dan tasnya direbut.
Pelaku mengambil uang Rp 5 juta, dan membuang tas korban begitu saja di pinggir jalan.
‘’Waktu kejadian Hari Jumat 13 Februari 2026 sekitar pukul 22.30 wita. Lokasinya di Jalan Hasanuddin, Desa Seberang, Sebatik Utara,’’ tutur Sunarwan.
Korban menceritakan, malam kejadian, ia dalam perjalanan pulang dari Desa Sei Nyamuk, menuju rumahnya di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat.
Ia bersama anaknya dibonceng oleh temannya, Maya, mengendarai Honda Scopy warna putih.
Kondisi jalan malam hari relatif sepi, hanya beberapa kendaraan yang berlalu lalang.
Saat melewati Jalan Hasanuddin, Desa Seberang, tepatnya di area Tugu Garuda, jalanan semakin gelap dan sunyi.
‘’Pada saat itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara sepeda motor jenis Honda Scoopy warna hitam dari arah belakang dengan kecepatan cukup tinggi,’’ tutur Sunarwan.
Pengendara tersebut, langsung memepet motor yang dinaiki korban.
Tanpa mengatakan apapun, pelaku langsung memukul bahu kanan korban dan merampas tas selempang hijau sage milik korban.
Pelaku langsung menjauh dari korban, mengambil uang tunai Rp 5 juta dari tas korban, dan melemparkan tas begitu saja di pinggir jalan, lalu bergegas kabur dari lokasi kejadian.
‘’Korban mengambil tasnya kembali. Pelaku hanya mengambil uang tunai. Sedangkan iphone 11 dan dua Hp Vivo, serta surat penting masih ada dalam tas,’’ kata Sunarwan.
Keesokan harinya, korban melapor ke Kantor Polisi.
‘’Kita sudah lakukan olah TKP dan sementara masih melakukan penyelidikan,’’ kata Sunarwan.











