NUNUKAN, infoSTI – Banjir menggenangi jalanan di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, sehingga melumpuhkan sama sekali aktifitas masyarakat di perbatasan RI – Malaysia.
Akses jalan dan jembatan terendam sehingga tak bisa dilalui, yang berimbas pada mandeknya aktifitas social ekonomi masyarakat.
Ancaman kenaikan harga dan mati lampu, membayangi wilayah pedalaman yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia ini.
‘’Sudah dua hari kita terendam banjir. Anak anak sekolah juga diliburkan,’’ ujar Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan yang bertugas di Krayan, Mardoni Balang, dihubungi Rabu (25/2/2026).
Ia menuturkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Krayan dalam dua hari terakhir, mengakibatkan debit air Sungai Pa’ Lutut dan Pa’ Bawan meluap.
Luapan ini mengakibatkan banjirnya tiga kecamatan, masing masing, Kecamatan Krayan Induk, Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Timur.
‘’Genangan memang tidak sampai masuk rumah masyarakat. Tapi karena merendam akses jalan, aktifitas kita lumpuh,’’ imbuh Mardoni.
Cuaca yang terus hujan, kata Mardoni, berpotensi menambah debit air, dan kedalaman banjir di Krayan.
Selain menambah hancur kondisi jalanan Krayan, banjir akan menjadi masalah dalam distribusi Sembako dan kebutuhan pokok masyarakat.
Akses jalan utama dan satu satunya, akan semakin sulit dilalui. Bahkan dalam kondisi normal, jalanan Krayan sudah sangat sulit dilewati, apalagi musim hujan.
Pemandangan mobil mobil yang terjebak dalam lumpur hingga para supir menginap di hutan karena menunggu bantuan mobil lain untuk menariknya keluar lumpur, akan menjadi pemandangan rutin saat musim hujan.
‘’Saat tidak hujan saja, melansir Sembako dari Long Bawan (Ibu Kota Kecamatan Krayan) sudah sangat sulit. Apalagi sekarang hujan,’’ keluhnya.
Sejauh ini, lanjutnya, baru sekolah sekolah SMP dan SMA saja yang terpaksa diliburkan.
BPBD juga masih mendata imbas dan kerusakan akibat banjir, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada dengan potensi debit air yang semakin bertambah.
‘’Kita berharap tidak ada keterlambatan pengiriman BBM untuk PLTD PLN saja. Jangan sampai kita kebanjiran, terus ditambah mati lampu,’’ kata Mardoni. (Dzulviqor).











