NUNUKAN, infoSTI – Sejumlah Anggota DRPD Nunukan, Kalimantan Utara, Andi Fajrul Syam, Muhammad Mansur, Sadam Husein dan Andre Pratama, memantau kedatangan kapal tol laut di Pelabuhan Tunon Taka.
Mereka memberi catatan bagi Dinas Perdagangan Nunukan, agar memastikan barang barang tol laut, dijual dengan harga lebih murah sebagaimana misi tol laut itu sendiri.
Ketua Komisi 3 DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam mengatakan, jika menilik tol laut, maka substansi yang akan dibahas tentu berkaitan dengan subsidi.
‘’Ketika kita bicara program tol laut, artinya bicara subsidi. Itu artinya bagaimana harga Sembako dan lain lain, dijual murah.Jangan sampai dari luar Nunukan subsidi, sampai Nunukan tidak subsidi,’’ ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Fajrul menegaskan, misi utama Tol Laut adalah mengurangi disparitas (perbedaan) harga antara wilayah perkotaan dan pedalaman.
Tol Laut dibuat untuk meningkatkan konektivitas antarpulau, menjamin ketersediaan barang di wilayah 3TP (Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Pedalaman), dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
‘’Kami harap Dinas Perdagangan mengecek itu, baik harga Sembako ataupun material. Dinas harus melihat apakah ada penurunan harga atau tetap menggunakan non subsidi,’’ kata dia.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames mengatakan, pihaknya melakukan control dan pengawasan setelah menerima permohonan para pemilik barang gar menjadi consigne tol laut.
Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha untuk memisahkan barang yang dibawa tol laut dari barang dagangan lain.
‘’Memang kalau di Nunukan, tak semua toko menjual dengan harga sama, akan berbeda beda harganya. Khusus bahan bangunan, beberapa toko ada biaya kelebihan bongkar muat sehingga sebelum dan sesudah, marginnya tak jauh, tipis sekali,’’ jawabnya saat dihubungi.
Sejauh ini, tol laut membawa Sembako, berupa beras, gula, minyak goreng, tepung.
Material bangunan seperti semen, besi, makanan ternak hingga hasil laut.
‘’Masalah pengawasan kita aktif mengawasi ketika mereka mengajukan, dan kami memastikan ketersediaan barang,’’ tegasnya.
Adapun untuk masalah subsidi, Dior menegaskan, itu diberikan untuk ongkos angkut, sementara untuk bongkar muat dan biaya buruh, semua ditanggung pemesan atau pemilik barang.
‘’Apakah harga sama, kita sudah sosialisasi untuk dibedakan. Selanjutnya kita akan lakukan pengawasan per triwulan, terkait harga, stok dan lainnya,’’ tegasnya.












