Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Kaltara

Resmikan Operasional SPPG di Pulau Sebatik, Dadan Hindayana Terkagum Kagum : Ini Jauh Melampaui Ekspektasi Saya

badge-check


					Kepala BGN, Dadan Hindayana memotong pita sebagai tanda resminya operasional SPPG Tanjung Karang, Sebatik Timur, Kamis (22/1/2026). SPPG ini melayani 999 penerima manfaat dari 5 sekolah dan 2 Posyandu, dan beroperasi di bawah Yayasan Aztrada Garuda Jaya. Perbesar

Kepala BGN, Dadan Hindayana memotong pita sebagai tanda resminya operasional SPPG Tanjung Karang, Sebatik Timur, Kamis (22/1/2026). SPPG ini melayani 999 penerima manfaat dari 5 sekolah dan 2 Posyandu, dan beroperasi di bawah Yayasan Aztrada Garuda Jaya.

NUNUKAN, infoSTI – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, meresmikan pembukaan SPPG, di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (22/10/2026).

SPPG Tanjung Karang, Sebatik Timur yang diresmikannya, beroperasi dibawah Yayasan Aztrada Garuda Jaya, dan melayani perdana untuk 999 penerima manfaat dari 5 Sekolah dan 2 Posyandu di Kecamatan Sebatik Timur.

Peresmian SPPG Tanjung Karang, Sebatik Timur, ditandai dengan pemotongan pipa oleh Dadan dan pelepasan mobil boks yang melayani pengiriman MBG.

Dadan juga masuk ke bangunan SPPG Tanjung Karang yang menurutnya sangat wah dan megah.

‘’Bentuk bangunan ini, jauh melampaui ekspektasi saya. Desain ruangannya sangat keren, peralatan semua modern,’’ ujar Dadan.

Menurut bayangan Dadan, sebuah pulau terluar biasanya sulit dijangkau dengan akses buruk dan bangunan yang kurang memadai.

Faktanya, gedung SPPG di Pulau Sebatik, memiliki kualitas diatas standar, sehingga bisa dijadikan percontohan bagi daerah lain.

Pintu SPPG Tanjung Karang, terbuat dari kaca tebal dengan stiker besar bertuliskan BGN, dengan area parkir lumayan luas.

Begitu masuk ruangan, layaknya ruang medis, peralatan didominasi bahan stainless dan serba steril.

Hawa dingin AC sangat terasa, yang tentunya membuat pekerjanya nyaman dan betah.

‘’Kalau diklasifikasikan, ini kelas unggul. Selain mewah, sirkulasi udara sangat baik, seluruh ruangan bersih, area produksi higienis, peralatan tertata rapi dan semua modern,’’ imbuhnya.

Dadan berterima kasih kepada Haji Momo yang menurutnya memiliki banyak kontribusi dalam memperjuangkan program nasional di wilayah perbatasan negara ini.

‘’Beliau ini saya katakan salah satu pejuang merah putih karena kontribusinya besar di perbatasan RI,’’ sebutnya.

Ia juga memberikan acungan jempol kepada Haji Momo. Dan dengan bangga menyebut bahwa bangunan SPPG Tanjung Karang, patut dibanggakan.

Dan jika negara tetangga, Malaysia, ingin melihat bentuk dapur MBG, maka SPPG Tanjung Karang sangat pantas mewakili image Indonesia.

‘’Saya yakin beliau membaca buku tebal yang dikeluarkan BGN. Beliau juga sangat mematuhi SOP yang ada. Dengan kualitas bangunan SPPG seperti ini, saya yakin kualitas makanan yang akan dberikan tak perlu diragukan. Gizi sudah pasti seimbang, sehingga membuat anak anak perbatasan tumbuh sehat, cerdas, kuat dan ceria,’’ katanya lagi.

Dadan juga mengaku bangga, meski baru setahun BGN berdiri, sebanyak 19.184 SPPG telah berdiri di 38 provinsi.

Ia menyebut, uang yang beredar di masyarakat di seluruh SPPG,  kurang lebih Rp 855 miliar.

‘’Saya ingin mengatakan, kunjungan saya ke Pulau Sebatik, sekaligus untuk menyaksikan program MBG telah sampai di pelosok negeri. Dan sekali lagi, apresiasi setinggi tingginya kepada Yayasan Aztrada Garuda Jaya, yang menyediakan bangunan SPPG untuk daerah perbatasan,’’ kata Dadan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara