NUNUKAN, infoSTI – Seorang laki laki bernama Udin asal Kota Bone, Sulawesi Selatan, terlantar dan berjuang sendirian melawan sakit ginjal yang membuatnya tak mampu lagi bekerja sebagai penombak kelapa sawit.
Sakit yang dideritanya, memaksanya hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dan menanti uluran tangan para dermawan.
Udin, selama ini menumpang tinggal di kolong rumah salah satu warga Desa Setabu, Sebatik Barat.
‘’Dia sakit ginjal dan sudah sekitar enam bulan menumpang di rumah warga. Dalam kondisi demikian, ia terlantar karena ditinggal anak istrinya,’’ ujar tokoh masyarakat Sebatik, Andre Pratama, Rabu (21/1/2026).
Selama beberapa waktu terakhir, sakit Udin kian parah. Ia bahkan mulai kehilangan pendengaran.
Dalam keadaan memprihatinkan tersebut, beruntung banyak warga yang peduli dan sering memberinya makanan.
Andre menuturkan, Udin merantau ke Nunukan sekitar tahun 2018. Di Pulau Sebatik, ia menikahi seorang wanita dan memiliki anak.
Sayangnya, entah karena alasan apa, wanita yang sempat hidup bersamanya tersebut, memilih pergi meninggalkan Udin yang kini sakit sakitan.
‘’Mirisnya, Udin sama sekali tidak memiliki data kependudukan, sehingga menjadi kendala dalam urusan pengobatan,’’ sesal Andre.
Langsung direspon Bupati
Cerita Udin, sampai ke telinga Bupati Nunukan, Irwan Sabri yang sedang melakukan Dinas Luar.
Irwan segera meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus data administrasi kependudukan Udin.
‘’Capil kemudian melakukan perekaman e-KTP, selanjutnya dibuatkan BPJS Kesehatan untuk memudahkan urusan pengobatan,’’ kata Andre lagi.
Instruksi Bupati direspon cepat sehingga, Udin segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Di sela pengobatannya, Udin menyampaikan keinginannya untuk pulang kampung, dan bertemu dengan orang tuanya.
‘’Mungkin selanjutnya kita serahkan ke Dinas Sosial karena Udin mau pulang bertemu orang tuanya. Memang dia tidak punya pilihan, rumah tempat dia menumpang tinggal sedang diperbaiki juga oleh pemiliknya. Jadi dia tidak bisa lagi tinggal disana lagi,’’ kata Andre.
‘’Semoga Udin lekas pulih dan bisa kembali ke kampung halamannya,’’ harapnya.
Pentingnya adminduk
Andre menegaskan, kasus Udin menjadi pembelajaran sekaligus contoh nyata terkait pentingnya memiliki identitas kependudukan, khususnya KTP.
Dengan mengantongi data administrasi kependudukan/adminduk, setiap penduduk memiliki akses terhadap hak-hak mereka, seperti hak kesehatan, hak pendidikan, hak sosial, dan hak-hak lainnya.
‘’Kasus Udin menjadi contoh nyata bagaimana peran penting KTP yang merupakan salah satu bentuk adminduk. Adminduk memberikan pengakuan hukum atas identitas individu dan memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan, baik terkait perencanaan pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, hingga alokasi sumber daya yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,’’ urainya.











