NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat perbatasan RI – Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sedang riuh dengan kosongnya stok BBM di wilayah tersebut.
Hampir seluruh Media Sosial dan status mereka mengeluhkan keadaan ini, terutama bagi masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai ojek online, juga nelayan.
‘’Kosong BBM, susah sekali dapat. Saya dari pagi putar putar, kosong semua, biar di penjual botolan,’’ ujar salah satu warga Nunukan, Ahmad Albar, Jumat (9/1/2025).
Kelangkaan ini, menjadi celah dan kesempatan bagi para penjual BBM eceran/botolan untuk menaikkan harga.
Apalagi, dari 3 APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar) di Nunukan, semua tutup karena nihil stock.
‘’Ada saya dapat di gang gang kecil. Tapi yang biasanya seliter Rp 12.000 sampai Rp 13.000, sekarang Rp 15.000 per botolnya,’’ tutur warga Nunukan lain, Budi.
Merespon kondisi ini, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menjelaskan, keterlambatan pasokan BBM karena adanya kapal suplay dari Kota Tarakan yang docking, dan sebagian harus memperpanjang perizinan dan pengurusan bongkar muat.
‘’Suplay ada, hanya saja kondisi kapal pengangkut BBM ini harus mengurus ulang izinnya. Kan masuk tahun baru, jadi ada pembaharuan administrasi,’’ jelasnya.
‘’Alasan lain, karena ada juga yang docking untuk perawatan kapal tahunan,’’ imbuhnya.
Irwan Sabri, meminta masyarakat Nunukan, khususnya para penjual BBM tidak melakukan penimbunan karena kondisi ini hanya sementara.
Tidak elok memanfaatkan situasi, dan mengeruk keuntungan dalam kondisi saudara lain sedang kesusahan.
‘’Mohon masyarakat sabar, karena saat ini kapal suplay sudah dalam perjalanan ke Nunukan. Jangan juga terjadi penimbunan BBM, jangan memanfaatkan kesusahan saudara kita. Mohon empatinya, kita semua saudara,’’ imbaunya.
Irwan juga meminta maaf atas keadaan yang terjadi.
‘’Mohon maaf atas kejadian ini. Stock BBM akan mulai normal paling lambat hari Minggu besok,’’ tutupnya.











