Tarakan, infoSTI – Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kalimantan Utara (Kaltara), Slamet Yahya, mendorong penguatan fondasi organisasi demi pengembangan atlet.
Hal tersebut, ia sampaikan pada Rakerprov NPCI Kaltara, yang digelar di Hotel Harmonis, Tarakan, Rabu (10/12/2025).
Sejumlah masukan diutarakan para perwakilan 5 Kabupaten Kota di Kaltara, agar para pengurus berani menggelar kompetisi atlet disabilitas meski skalanya kecil.
Hal tersebut, bertujuan agar NPCI Kaltara menemukan bakat-bakat potensial di wilayah Bumi Benuanta.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Walaupun skalanya kecil, kompetisi tersebut mampu memunculkan bibit-bibit atlet disabilitas baru. Hasilnya, organisasi ini akan terus maju, dan para atlet kita bisa berprestasi mengharumkan nama Kaltara,” demikian usulan dari para perwakilan NPCI dari 5 Kabupaten/Kota di Kaltara.
Para pengurus juga sepakat, bahwa manajemen organisasi wajib bertindak gesit, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Slamet Yahya menyambut baik masukan dari peserta, dan menegaskan bahwa keberanian manajemen adalah kunci utama.
Ia bahkan menyoroti konsistensi pengambilan keputusan dan manajemen yang responsif terhadap perkembangan zaman.
“Manajemen wajib berani membuat keputusan. Program yang kita buat itu harus benar, dan kita harus konsisten menjalankannya,’’ katanya.
Selain respon terhadap masukan kompetisi, NPCI Kaltara segera menyusun rencana program kerja untuk tahun 2026 mendatang.







