NUNUKAN, infoSTI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengeluarkan imbauan waspada banjir rob, bagi daerah pesisir.
‘’Banjir rob menggenangi wilayah pesisir Nunukan, akibat cuaca buruk. Kita keluarkan imbauan agar masyarakat Nunukan, khususnya wilayah pesisir, selalu waspada dan siap siaga,’’ ujarnya Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir, dihubungi Sabtu (6/12/2025).
Warning untuk waspada, kata Basir, sudah disosialisasikan di semua wilayah yang berpotensi terdampak.
Mulai seluruh wilayah pesisir, muara sungai, serta wilayah dataran rendah.
‘’Biasa yang mengalami langganan banjir rob itu di areal Jalan Lumba Lumba, Porsas, Nunukan Timur, Pesisir Tanjung dan Sei Bolong, Nunukan Barat,’’ urainya.
Banjir rob juga mulai terjadi Jumat (5/12/2025) malam. BPBD memantau banjir rob menggenangi rumah rumah diatas laut di pesisir, dengan ketinggian bervariasi.
Air pasang maksimum, terjadi sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 wita.
‘’Untuk yang sampai evakuasi tidak ada. Petugas BPBD terus memantau dan membantu melakukan pengurasan. Kita siaga dan meminta semua warga juga waspada,’’ kata Basir lagi.
‘’Masyarakat tak perlu panik. Tetap siaga, karena keselamatan paling utama. Jika terjadi kondisi darurat segera hubungi Kontak darurat BPBD Nunukan 08115379995,’’ tutup Basir.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam rilis resmi yang ditampilkan pada grafik peringatan dini, periode 5—7 Desember 2025, menunjukkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa kabupaten.
Pada 5 Desember, BMKG mencatat, 5 Kabupaten/Kota, di Kaltara, berada pada kategori waspada hujan sedang, hingga hujan lebat.
Pada 6 Desember, wilayah terdampak mengerucut pada Nunukan dan Malinau.
Dan pada 7 Desember, menunjukkan potensi hujan kembali meluas meliputi Nunukan, Malinau, dan Bulungan.
Intensifikasi hujan, dipicu adanya daerah konvergensi udara yang terbentuk di atas Kaltara.
Massa udara yang rendah memudahkan terbentuknya awan-awan konvektif yang memicu hujan berlangsung lebih sering. Terutama pada malam hingga dini hari.
Selain faktor lokal tersebut, BMKG juga menyoroti pengaruh eksternal dari Bibit Siklon Tropis 93W yang kini berada di wilayah timur Filipina.
Meski masih dalam tahap awal dan belum berkembang menjadi siklon penuh, bibit ini sudah memberi dampak terhadap dinamika cuaca regional, termasuk di Kaltara.











