Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Solusi Radikal Dinas ESDM Kaltara Untuk Penyediaan Listrik di Pelosok Pedalaman,

badge-check


					Kadis ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan. Dok. ESDM Kaltara. Perbesar

Kadis ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan. Dok. ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan menyebut, terdapat 115 desa yang belum berlistrik di awal tahun 2025.

Sebanyak 24 desa telah berhasil teraliri listrik dan menyisakan 89 desa yang menjadi fokus utama.

Pemerintah Provinsi Kaltara, melalui koordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT PLN, memutuskan untuk menggunakan strategi pembangkitan listrik langsung di lokasi masing-masing desa, yang disebutnya sebagai salah satu solusi radikal.

“Kita harus menyalurkan penyediaan listrik langsung di lokasi masing-masing dan menyediakan pembangkit langsung di lokasi masing-masing. Jadi macam dari Tanjung Selor tidak bisa ditarik ke jaringan, tiba-tiba ke Krayan. Penyediaan listrik di Krayan, ya pembangkitnya di Krayan,” ujar Yosua, Rabu (3/12/2025).

Solusi ini muncul setelah kendala geografis ekstrem di Kaltara, membuat strategi konvensional, yaitu perluasan jaringan dari pusat seperti Tanjung Selor atau Pesok, menjadi tidak mungkin dilakukan.

Menurutnya ada kondisi desa-desa di Kaltara, khususnya perbatasan dan pedalaman, memiliki karakter yang unik dan menantang

“Desa-desa terpencil oleh hutan, sungai, dan tidak memiliki infrastruktur jalan yang memadai. Akses sulit dan transportasi hanya bisa dilakukan dengan perahu (longboat) atau pesawat udara kecil,” ucapnya.

Selain itu kata dia karakteristik ini membuat penarikan jaringan distribusi tegangan menengah atau tegangan rendah mustahil dilakukan.

“Bahkan pemerintah pusat sempat salah mengira bahwa perluasan jaringan bisa diterapkan di Kaltara,” imbuhnya.

Strategi ini berfokus pada penyediaan pembangkit di pusat desa tersebut, baru kemudian dikoneksikan ke rumah-rumah warga yang dengan sisa 89 desa belum berlistrik (dari 115 desa dikurangi 24 desa yang sudah teraliri tahun ini).

Pemerintah akan konsen pembahasan penyediaan listrik ini untuk tahun 2026.

“Pertemuan dengan Kementerian ESDM dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD Komisi 12) Tarakan telah memastikan bahwa tantangan unik Kaltara memerlukan solusi non-konvensional ini, yang kini menjadi fokus perencanaan ke depan,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial