Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Kunker ke Kaltara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Industri Hilirisasi Menjadi Peluang Besar Untuk Memperkuat Ekonomi Daerah

badge-check


					Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/11/2025). Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/11/2025). Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/11/2025).

Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian perjalanannya, setelah sebelumnya berada di Jawa Timur dan Kalimantan Tengah.

Kedatangannya kali ini bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang digelar di Bulungan.

Namun di luar agenda politik tersebut, Bahlil juga menyoroti pentingnya peran Kaltara dalam peta hilirisasi nasional.

Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan, Kaltara memiliki posisi strategis sebagai pusat hilirisasi, yakni kawasan industri yang ditunjuk untuk mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, potensi ini menjadikan Kaltara sebagai salah satu titik penting dalam pembangunan ekonomi berbasis industri berkelanjutan.

“Kaltara ini punya keunggulan. Ada Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan PLTA besar yang sedang dibangun. Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, saya pastikan Kaltara masuk masterplan hilirisasi nasional yang mengutamakan green energy,” ujar Bahlil.

Ia menyebut, produk hilirisasi berbasis energi hijau, memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibanding industri yang menggunakan energi fosil.

Karena itulah, Kaltara dinilai sangat layak menjadi pusat hilirisasi, terlebih posisi geografisnya yang menghubungkan Sulawesi dan Kalimantan, serta memiliki sumber bahan baku yang melimpah.

Bahlil juga menyinggung kondisi keuangan daerah saat ini, di mana sejumlah daerah mengalami penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam situasi tersebut, pembangunan industri hilirisasi menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Saat APBD turun, hilirisasi bisa menjadi penopang. Melalui investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan konsumsi, dampaknya akan terasa hingga ke pajak daerah,” urainya.

Ia menambahkan, kehadiran industri besar di Kaltara, akan membawa multiplier effect bagi lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga percepatan pembangunan.

Dengan dukungan infrastruktur energi hijau seperti PLTA dan rencana besar pengembangan industri di KIHI, Bahlil yakin Kaltara akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya yakin Kaltara akan lebih maju,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial