Menu

Mode Gelap
Ini Hasil 10 Hari yang Diminta Pemda Nunukan Saat Masyarakat Sebatik Mengancam Membuka Paksa Pintu Embung Lapri Awal Juli 2026 Prajurit Kodim 0911/Nunukan Padamkan Kebakaran di Rumah Seorang Security RSUD Nunukan Puluhan Tahun Jalanan Krayan Berkubang Lumpur, Janji Pembangunan Dari Pelosok Hanya Sebatas PHP Tertabrak Mobil Saat Belok ke Toko Sembako, Seorang Lansia Pengendara Motor di Pulau Sebatik Terpental Hingga Tewas SPMB di SDN 004 Nunukan, Pendaftar Membeludak Tapi Jatah Kuota Tak Terisi Penuh Belasan Tahun Menanti Uang Ganti Rugi, Warga Berharap Pemda Nunukan Tak Abaikan Potensi Konflik Sosial

Advertorial

Kaltara Ditargetkan Pemerintah RI Sebagai Pusat Hilirisasi Industri Hijau

badge-check


					Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan komitmen menjadikan Kaltara sebagai pusat hilirisasi industri hijau. Dok.Dinas ESDM Kaltara. Perbesar

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan komitmen menjadikan Kaltara sebagai pusat hilirisasi industri hijau. Dok.Dinas ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berkomitmen mewujudkan Kaltara sebagai pusat hilirisasi industri hijau, melalui proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dan Mentarang.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah strategis dalam menarik investor global, karena aspek keberlanjutan.

Selain itu, inisiatif karbon biru yang dicanangkan, diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim, serta memberikan dampak secara bisnis dan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

‘’Integrasi konsep karbon biru menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan kawasan industri yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui kerja sama, dengan investor, kita berencana mengimplementasikan konservasi dan rehabilitasi di pesisir kawasan industri sehingga dapat memberikan dampak secara ekonomi dan social,’’ ujar Bahlil, Minggu (30/11/2025).

Bahlil berharap, pendekatan ini, diharapkan dapat mempertegas komitmen dalam mewujudkan ‘Net Zero Emission’, meningkatkan daya tarik investasi global, membuka akses green funding, memberdayakan masyarakat sekitar kawasan industri dalam kegiatan konservasi, serta menjadi sumber pendapatan baru dari carbon credit.

Bahlil melanjutkan, kedepan, strategi pengembangan kawasan industri akan diarahkan pada penerapan ekonomi sirkular (circular economy), pemanfaatan energi terbarukan, serta integrasi proyek karbon biru dalam tata kelola kawasan.

‘’Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk dapat bersinergi mewujudkan inisiatif karbon biru di kawasan industri yang turut memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Bahlil.

Untuk diketahui, karbon biru, adalah karbon yang tersimpan dalam ekosistem pesisir dan laut seperti mangrove, padang lamun, dan rawa payau.

Ekosistem-ekosistem ini mampu menyerap dan menyimpan CO₂ dalam jumlah besar, baik dalam biomassa tanaman maupun dalam sedimen dasar laut.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial