oleh

Rakor Pembangunan Perbatasan, Pemda Nunukan Paparkan Misi Perbatasan Membanggakan dan Menjadi Simbol Kemajuan Bangsa

NUNUKAN, infoSTI – Pemkab Nunukan, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan, Kamis (13/11/25).

Rapat, dihadiri Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus Ditjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. Sumarlan, S.Pd., M.Si, dan Kepala BPJN Kalimantan Utara, Tri Bakti Mulyanto, ST, MT.

Dr. Sumarlan memaparkan materi mengenai arah kebijakan dan strategi pembangunan kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan.

Adapun Tri Bakti Mulyanto, menyampaikan materi terkait kondisi jalan nasional dan jalan perbatasan di Kabupaten Nunukan.

Dalam paparannya, Tri menjelaskan bahwa total jalan perbatasan di Kabupaten Nunukan mencapai 224,26 km, di mana 14,7 km telah menjadi jalan nasional.

Dari total tersebut, 14,70 km merupakan jalan aspal, 124,70 km berupa jalan tanah, dan 27,05 km berada di kawasan hutan.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, menyampaikan, Rakor ini merupakan momentum penting untuk menyinkronkan dan menyelaraskan berbagai program pemerintah dalam pembangunan kawasan perbatasan.

Rakor diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan perbatasan, sekaligus memperkuat sinergi antar-stakeholder.

“Rakor ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, sosial ekonomi, keamanan, dan kedaulatan,” ujarnya.

Juni optimistis bahwa sinergi yang kuat dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, akan mampu mewujudkan kawasan perbatasan yang membanggakan dan menjadi simbol kemajuan bangsa.

Rakor, dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Ketua TP2D, para kepala OPD terkait, serta para camat.

Hadir pula melalui Zoom Meeting Kepala BPPD Provinsi Kalimantan Utara, Kepala PLBN Labang, dan Kepala PLBN Sebatik.