oleh

Open Tournament Bupati Cup Tenis Lapangan 2025 Dibuka, Diikuti Atlet Malaysia

NUNUKAN, infoSTI – Service pertama yang dilakukan Bupati Nunukan, Irwan Sabri, di Lapangan Tennis Rumah Jabatan Bupati, Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Nunukan Selatan, Kamis (13/11/2025), menandai dibukanya Open Tournament Bupati Cup Tenis Lapangan Tahun 2025.

Kompetisi Tenis Lapangan ini, diikuti oleh 149 pasang atlet, dari sejumlah kota.

Masing masing, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tanah Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Pulau Sebatik.

Makassar, Sulawesi Selatan, Samarinda, Kalimantan Timur, bahkan dari Tawau, Malaysia.

Adapun kategori pertandingan, terdiri dari, Tunggal Prestasi SD, Tunggal putri junior, Tunggal putra junior.

Ganda putra junior, Ganda putra KU 100 (50 up), Ganda putra prestasi.

Ganda putri prestasi, Ganda Mix Double dan Beregu prestasi.

Kompetisi tenis yang digelar dengan kolaborasi bersama Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) ini, diharapkan melahirkan bibit-bibit petenis yang berbakat dan berprestasi, yang nantinya akan mengharumkan nama Kabupaten Nunukan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyambut baik dan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh panita penyelenggara turnamen ini,’’ kata Irwan Sabri.

‘’Kami dari Pemerintah Daerah sangat mendukung sekali pelaksanaan acara ini. Semoga acara ini tidak hanya untuk tahun ini tapi bisa berlanjut untuk tahun tahun berikutnya,” harapnya.

Ia menambahkan, Tenis Lapangan merupakan salah satu olahraga yang sangat populer dan banyak digemari masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Nunukan.

Tenis Lapangan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Tenis mengajarkan tentang disiplin, kerja keras, sportivitas, dan kerjasama tim.

‘’Nilai-nilai inilah yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, agar mereka tidak hanya menjadi atlet yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang tangguh,’’ lanjutnya.

Irwan Sabri juga mengingatkan kepada para peserta turnamen, bahwa dalam setiap kompetisi, menang atau kalah adalah hal yang biasa.

Yang terpenting adalah bagaimana setiap peserta menunjukkan semangat juang dan sportivitas dalam setiap pertandingan.

‘’Maka jadikanlah turnamen ini sebagai ajang untuk belajar dan mengembangkan diri serta mempererat tali persaudaraan di antara kita,” pesannya.