Menu

Mode Gelap
Carut Marut Penentuan Desil, DPRD Nunukan Segera Agendakan Hering BBM Sulit Diperoleh di Sebatik, Ekonomi Masyarakat Terdampak, Banyak Rumah Dijual Untuk Menutup Utang Bank Rapat Paripurna Raperda APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Berkurang Rp 61 Miliar Silaturahmi Bersama Insan Pers Nunukan, DKISP Kaltara Perkenalkan Aplikasi ‘Viralkah’ Harga Beras Lokal Naik Rp 16.000/Kg, Beras Malaysia Mendominasi Pasar Nunukan Sempat Dijual Rp 120.000/Kg, Harga Cabai di Nunukan Mulai Turun Perlahan

Advertorial

Seminar Deteksi Dini Gangguan Jiwa Pada Peringatan HUT 61 HKN, Miskia : Gaya Hidup Modern Mengabaikan Kesehatan Jiwa

badge-check


					Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, Panitia Pelaksana HKN dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kabupaten Nunukan, mengadakan seminar kesehatan bertajuk ‘Sosialisasi Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Bantuan Hidup Dasar untuk Kesiapsiagaan Keadaan Darurat’, Selasa (11/11/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, Panitia Pelaksana HKN dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kabupaten Nunukan, mengadakan seminar kesehatan bertajuk ‘Sosialisasi Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Bantuan Hidup Dasar untuk Kesiapsiagaan Keadaan Darurat’, Selasa (11/11/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61, Panitia Pelaksana HKN dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kabupaten Nunukan, mengadakan seminar kesehatan bertajuk ‘Sosialisasi Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Bantuan Hidup Dasar untuk Kesiapsiagaan Keadaan Darurat’, Selasa (11/11/2025).

Seminar berlangsung selama 3 hari, mulai 8 sampai 12 November 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Miskia, menyampaikan, seminar ini merupakan bentuk kepedulian Kementerian Kesehatan RI terhadap kesehatan mental masyarakat.

‘’Gaya hidup modern yang serba cepat dan instan, membuat banyak orang mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan jiwa,’’ ujar Miskia.

Kondisi ini, menjadi perhatian Kemenkes RI, sehingga pihak Kementerian menggandeng Dinas Kesehatan, berkolaborasi menggelar seminar yang menghadirkan pakar kejiwaan dan dokter berkompeten di bidangnya.

Materi ‘Sosialisasi Deteksi Dini Gangguan Jiwa’ dibawakan oleh dr. H. Ady Irwansyah, A., Sp.KJ.

Sedangkan tema ‘Bantuan Hidup Dasar’ diisi oleh dr. Andi Bau Sumange Rukka, M.Kes., Sp.An.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., juga menyoroti meningkatnya gangguan kesehatan jiwa di Nunukan, seperti stres, kecemasan, dan depresi di tengah masyarakat akibat tekanan ekonomi, sosial, serta perubahan gaya hidup.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Nunukan hingga Triwulan II Tahun 2025, tercatat 111 orang mengalami depresi, 299 ODGJ berat, dan 3 diantaranya dipasung.

‘’Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap kesehatan jiwa melalui edukasi dan penanganan yang tepat,’’ ujar Iwan.

Meningkatnya kasus penyakit tidak menular akibat perilaku hidup tidak sehat, tak luput dari perhatian Pemda Nunukan.

Data Dinkes dan P2KB per 7 November 2025 mencatat, sebanyak 11.833 penderita hipertensi, 5.269 penderita diabetes, dan 890 penderita penyakit jantung koroner dari 18 Puskesmas di Kabupaten Nunukan.

Sorotan tersebut, seakan menegaskan tema HUT 61 HKN, ‘Generasi Sehat, Masa Depan Hebat’, yang mengandung pesan bahwa kesehatan merupakan pondasi utama kemajuan bangsa.

“Kesehatan adalah anugerah terbesar dari Sang Pencipta. Karena itu, jagalah kesehatan. Hindari stres, perbanyak olahraga, luangkan waktu untuk keluarga, beribadah, dan bersyukur, agar kita semua tetap sehat dan mampu melahirkan generasi hebat,” pesannya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial