Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Pesawat ke Krayan Jadi Masalah Setiap Mudik Nataru, DPRD Nunukan Minta Dukungan Pesawat ke TNI AU

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni, melakukan audiens dengan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, bermohon dukungan pesawat TNI AU untuk mudik Nataru ke Krayan. Dok.Ryan. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni, melakukan audiens dengan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, bermohon dukungan pesawat TNI AU untuk mudik Nataru ke Krayan. Dok.Ryan.

NUNUKAN, infoSTI – DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, meminta Pemerintah Daerah menyiapkan transportasi mudik ke dataran tinggi Krayan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Selama ini, ketersediaan pesawat perintis ke Krayan, menjadi masalah menahun yang tak kunjung ada solusi, bagi warga 5 Kecamatan Krayan.

Sampai hari ini, Krayan hanya bisa ditempuh melalui udara. Dan tradisi mudik Nataru di wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia ini, dimulai pada Bulan November.

‘’Pesawat perintis yang terbang ke Krayan itu hanya melayani 12 penumpang. Sementara pemudik bukan hanya dari Nunukan Kota. Mereka dari 5 Kabupaten/Kota di Kaltara. Itu kenapa mereka mulai mudik di Bulan 11,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni, Sabtu (8/11/2025).

Kendala pesawat perintis, menjadi masalah menahun yang tak kunjung ada solusi.

Pemerintah telah meneken MoU dengan jadwal flight yang telah ditentukan, tanpa mempertimbangkan arus mudik Nataru.

Akibatnya, masyarakat Krayan harus berebut pesawat, dan terkadang harus menyeberang dulu ke Tarakan atau ke Malinau demi bisa mudik.

‘’Kalau gak dapat pesawat di Nunukan alternatifnya ya berangkat dari Bandara Tarakan atau Malinau. Biaya membengkak dan habis waktu di jalan,’’ sesal Ryan.

Seharusnya, lanjutnya, Pemerintah melalui Dinas Perhubungan, Kementrian dan Maskapai yang dikontrak untuk melayani penerbangan ke Krayan, jauh jauh hari memikirkan kondisi tersebut.

Harus ada skema khusus dan penerbangan dengan frekuensi lebih banyak jelang Nataru. Apalagi, kata Ryan, ada saat saat tertentu dimana penerbangan sepi penumpang.

‘’Coba jadwal penerbangan di bulan yang sepi penumpang digeser. Tapi itu kembali ke para pengambil kebijakan dan isi kontrak. Intinya masalah ini butuh solusi. Natal tetap tanggal 25 Desember tapi persoalan pesawat ke Krayan selalu terjadi,’’ sesalnya.

Mencoba mengatasi persoalan ini, Ryan kemudian mencoba melakukan koordinasi dengan Danlanud Anang Busra, Kota Tarakan, untuk memohon bantuan transportasi khusus untuk Nataru.

Di hadapan Danlanud Tarakan, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, Ryan menjabarkan masalah penerbangan ke Krayan jelang Nataru, dan bermohon ada bantuan pesawat untuk membantu masyarakat Krayan mudik.

‘‘Puji Tuhan direspon baik. Beliau mengajak Forkopimda ke Mabes untuk membahas ini dan mendapat respon baik dari KSAU. Semoga permintaan masyarakat Krayan jelang Natal terkabul,’’ harap Ryan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial