NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat Desa Persiapan Ujang Fatimah, mengeluhkan kondisi mereka yang kurang diperhatikan Pemerintah.
Di desa ini, jalanan masih batu batu kerikil belum pernah diaspal. Layanan air bersih belum merata, hingga nihil tiang listrik untuk penerangan jalan.
‘’Desa Persiapan Ujang Fatimah ini ada di Nunukan Induk tapi tertinggal dalam hal pembangunan,’’ sesal Anggota DPRD Nunukan, Mansur Rincing dalam penjaringan aspirasinya beberapa waktu lalu.
Mayoritas masyarakat Desa Ujang Fatimah, meminta ada pemasangan penerangan lampu jalan.
Namun demikian, kendalanya adalah, selain sambungan listrik belum merata, tidak ada satupun tiang listrik di kawasan ini.
‘’Untuk itu, DPRD Nunukan akan segera meminta RDP mengundang Dinas Perhubungan dan PLN mencari solusi dari aspirasi masyarakat,’’ kata Mansur.
Mansur menegaskan, masyarakat setempat, memiliki kontribusi yang sama dengan daerah lain, sehingga tak elok rasanya jika mereka kurang mendapat sentuhan pembangunan.
Di daerah ini, ada sekitar 600 KK dengan jumlah penduduk sekitar 1700 jiwa. Kondisi pedesaan yang cukup padat penduduk.
‘’Dan tahun 2025, ada 4 kejadian kebakaran rumah sampai habis. Disana tidak ada Pos Damkar, dan jarak dari Kantor Damkar sekitar 4 km. Saya ingin ini bisa menjadi catatan Pemda Nunukan,’’ imbuhnya.
Untuk masalah Pos Pemadam, bahkan masyarakat setempat sudah menyediakan lahan hibah, sehingga pemerintah tak perlu memikirkan penyediaan tanah.
Ia menambahkan, Desa Ujang Fatimah, memiliki potensi wisata alam yang sangat menjanjikan.
Pedesaan ini memiliki kawasan hutan mangrove lebat, dengan spesies Bekantan dan Kera Ekor Panjang yang mudah dijumpai.
‘’Dengan potensi kekayaan alam sedemikian hebatnya, sangatlah mubazir jika Pemda Nunukan tidak memikirkan untuk eksplore menjadi salah satu agro wisata di perbatasan RI – Malaysia,’’ sesalnya.







