NUNUKAN, infoSTI – Pergaulan remaja di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kian menunjukkan kekhawatiran dan kemerosotan akhlak bagi generasi muda.
Belakangan, banyak laporan kasus asusila anak, dan banyak beredar video tak senonoh para pelajar, yang menambah panjang daftar kasus perlindungan perempuan dan anak, di perbatasan RI – Malaysia.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Faridah Aryani, mengatakan, pihaknya terus menggalakkan sosialisasi dan edukasi parenting serta seks remaja, hingga penyesalan tanpa akhir bagi hubungan tanpa status perkawinan yang sah.
‘’Kita bahkan sudah membentuk PAREDI (Parenting Anak dan Remaja di Era Digital). Kita lakukan semua upaya edukasi moral dan akhlaq, hingga bagaimana mendidik anak. Kita kunjungi sekolah dan desa pelosok, tapi pada akhirnya semua kembali ke orang tua masing masing,’’ ujarnya, Senin (3/11/2025).
Mendidik anak di era digital diakui bukan hal mudah. Anak anak lebih tertarik dan penasaran dengan apa yang ia lihat di visual gawai mereka.
Seluruh hal yang membuat anak penasaran dengan sangat mudah dijumpai, dan orang tua, harus bijak dalam mendidik dan mengarahkan anak.
‘’Usia remaja, meski hanya membaca komik atau novel, otaknya akan mencerna isi yang ia baca. Ia akan penasaran dan bisa terangsang dengan bahasa buku. Untuk itu, orang tua sebagai madrasah pertama bagi anaknya, wajib mengkonter semua itu,’’ imbuhnya.
DSP3A Nunukan banyak mengurus kasus anak anak melakukan hal hal yang belum waktunya.
Bahkan ada anak di Nunukan yang melakukan asusila dan menjadikannya komersial.
Semua, berawal dari kebebasan anak memegang Hp dan kurangnya pengawasan orang tua.
‘’Orang tua harus cerewet demi kebaikan anaknya. Awasi ketat pergaulan mereka. Pastikan Hp anak digunakan dengan baik. Aktifkan GPS di Hp sehingga kita tahu kemana saja anak kita pergi. Jangan pernah abai karena kelengahan kita bisa jadi penyesalan besar,’’ imbuhnya.
Imbauan agar orang tua mengawasi ketat anaknya, bukan karena Dinsos Nunukan berlepas tangan.
Apapun kebijakan pemerintah, ketika orang tua tidak memperhatikan anaknya, tetap menjadi masalah berkepanjangan.
‘’Maka alangkah baiknya kalau orang tua memberikan pengawasan melekat, kita Dinsos, bersama Satpol PP mengontrol anak anak diluar rumah dan Disdik ikut melakukan pengawasan di sekolah,’’ kata dia.
‘’Bagaimanapun masalah social menjadi tanggung jawab semua pihak, sementara moral dan didikan, berpulang pada keluarga dan anak itu sendiri,’’ kata Faridah.











