TANJUNG SELOR, infoSTI – Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kaltara, Slamet Yahya bertemu dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Ibu Dante dan Anggota Komisi 7 DPR RI, Hj. Rahmawati Zainal yang juga Ibu Gubernur Kaltara, berdiskusi terkait semua hal menyangkut atlet disabilitas Kaltara.
Meski sederhana dan dilakukan di angkringan Kota Tanjung Selor, momen diskusi yang difasilitasi Yayasan Faqih Hasan Center ini, turut membahas suara Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDIS) Daerah, untuk didengar langsung perumus kebijakan.
Mewakili seluruh pengurus dan atlet, Slamet Yahya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah selama ini. Ini adalah energi kami untuk mencetak atlet-atlet terbaik,’’ ujarnya.
Diskusi berlanjut pada sesi perwakilan OPDIS menyampaikan tantangan nyata di lapangan.
Isu minimnya fasilitas latihan yang standar, aksesibilitas di fasilitas umum, hingga kebutuhan mendesak peralatan khusus atlet, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Menanggapi isu tersebut, Ibu Dante dari KND RI yang mewakili Disabilitas Rungu & Disleksia, berjanji untuk membantu dalam proses advokasi.
“KND RI siap menjadi jembatan advokasi. Kami melihat potensi luar biasa di Kaltara. Kami akan memastikan hak-hak dasar seperti fasilitas olahraga yang layak terpenuhi,’’ ujarnya.
Diskusi berakhir dengan kesepakatan positif yang menetapkan langkah-langkah tindak lanjut.
Pemprov Kaltara, melalui Ibu Gubernur mengatakan, pertemuan ini tak sebatas diskusi, namun sebuah penegasan komitmen.
Pemprov Kaltara bertekad untuk komitmen menciptakan lingkungan Kaltara yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.
Slamet Yahya juga optimis, sinergi yang terjalin ini akan segera menghasilkan medali emas di ajang Paralimpiade Nasional.
Atlet dan penyandang disabilitas Kaltara, kini merasa lebih didukung oleh struktur negara.
Mereka siap mengukir prestasi, berbekal dukungan kuat dari pusat dan daerah.
“Dengan sinergi yang kuat antara OPDIS, pemerintah daerah, dan KND, kami yakin Kaltara akan menjadi salah satu provinsi terdepan dalam penghormatan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,’’ kata dia.







