Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Kaltara

Saksi Kunci Meninggal di ICU RSUD Nunukan, Polisi Limpahkan Penyelidikan Kecelakaan Speed Boat ke KSOP

badge-check


					SB Borneo Express 02, diamankan di Pos Polairud Nunukan. Perbesar

SB Borneo Express 02, diamankan di Pos Polairud Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Penyelidikan Satpolairud Polres Nunukan, Kalimantan Utara, terhadap kasus kecelakaan speed boat kargo SB Borneo Express 02 dan speed boat penumpang dengan mesin 40 PK yang terjadi di perairan Nunukan, di depan dermaga tradisional Haji Putri Nunukan, pada Senin (28/7/2025) lalu, dilimpahkan ke Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP).

Kasat Polairud Nunukan, AKP Jounanda Wibowo Kusno mengatakan, penyelidikan kasus ini, terus berjalan dengan diamankannya dua unit speed boat yang terlibat dan 3 ABK speed boat Borneo Express.

Mereka adalah,

  1. Mohammad Sabir (28), motoris/nakhoda, warga Sungai Nyamuk, Sebatik Timur.
  2. Muhammad Aslan (19), ABK, warga Sungai Nyamuk, Sebatik Timur
  3. Roy Wilson (18), ABK, warga Sungai Pancang, Sebatik Utara.

‘’Dan kita kemarin menunggu keterangan saksi korban satu satunya, Siti Nurharisa yang masih dirawat di ICU. Tapi karena saksi korban meninggal dunia, kasusnya kita limpahkan ke KSOP,’’ ujarnya, dihubungi, Jumat (1/8/2025).

Jounanda memastikan, penyelidikan kasus ini terus berjalan, terlebih ada nyawa yang hilang.

‘’Kasus pasti lanjut, tapi jadi kewenangan KSOP, konsekuensi juga mengarah ke UU Pelayaran. Berkasnya sudah kami limpahkan ke KSOP,’’ tegasnya.

Terpisah, Kepala KSOP Nunukan, Kosasih membenarkan pihaknya menerima limpahan berkas perkara kecelakaan speed boat SB Borneo Express 02 dengan speed boat penumpang bermesin 40 PK.

‘’Kita mulai lakukan penyelidikan. Masih terlalu dini menanyakan apakah tiga ABK SB Borneo Express 02 ditahan atau tidak. Kan pelimpahan berkas baru kita terima, dan penyidik kami masih melakukan pemeriksaan,’’ jawabnya.

‘’Kan baru dilimpahkan, sangkaan pasalnya juga perlu kita kaji dahulu,’’ imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Siti Nurharisa (24), salah satu penumpang speed boat yang terlibat kecelakaan dengan speed boat kargo Borneo Ekspress 02, meninggal dunia pada Kamis (1/8/2025) malam.

Siti mengalami luka berat akibat insiden yang terjadi di perairan depan Pangkalan Speed Tradisional Haji Putri, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Senin (28/7/2025).

Sekretaris RSUD Nunukan, Muhammad Saleh, mengonfirmasi bahwa Siti meninggal dunia pukul 22.00 WITA.

“Meninggal pukul 22.00 WITA semalam,” ujarnya.

Kecelakaan tersebut melibatkan speed boat kargo berkapasitas 200 PK yang bertabrakan dengan speed boat penumpang bermesin 40 PK.

Peristiwa tragis ini mengakibatkan motoris speed boat penumpang, Rexsi Joseph Kabelen (23), meninggal dunia.

Rexsi sempat dilarikan ke Puskesmas Nunukan Kota, namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengamankan kedua speed boat yang terlibat dalam kecelakaan.

Tiga anak buah kapal (ABK) dari speed boat Borneo Ekspress 02 juga diamankan untuk dimintai keterangan.

Mereka adalah Mohammad Sabir (28), motoris/nakhoda, Muhammad Aslan (19), dan Roy Wilson (18).

Menurut Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, Danlanal Nunukan, insiden bermula ketika Borneo Ekspress 02 yang membawa muatan logistik berlayar dari PLBL Liem Hie Djung menuju Pelabuhan Sei Nyamuk, Pulau Sebatik.

“Informasi dari motoris kapal kargo dan juga masyarakat menyebutkan, Borneo 02 Ekspress berlayar sesuai alur pelayaran. Tiba-tiba kapal cepat 40 PK memotong haluan, sehingga tertabrak di bagian tengah sampai akhirnya terbelah,” jelas Letkol Primayantha.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara