Menu ✖

Mode Gelap
Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG

Advertorial

Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting, Hermanus Berharap Pendataan Rinci Untuk Solusi Efektif

badge-check


					Wakil Bupati Nunukan, Hermanus saat menghadiri evaluasi Tim Percepatan Penanganan Stunting untuk Nunukan Selatan, (Dok.Prokopim). Perbesar

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus saat menghadiri evaluasi Tim Percepatan Penanganan Stunting untuk Nunukan Selatan, (Dok.Prokopim).

NUNUKAN, infoSTI – Wakil Bupati Nunukan Hermanus, membuka acara intervensi evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kantor Camat Nunukan Selatan, Senin (7/7/2025).

Ie mengatakan, stunting sampai saat ini masih jadi masalah serius, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Di Kabupaten Nunukan, meskipun kasus stunting mengalami penurunan di tahun 2024 di kisaran 11 persen, akan tetapi angka prevalensi stunting di Provinsi Kaltara sebesar 27,5 persen.

‘’Penanganan stunting harus melibatkan banyak pihak, mulai dari ibu – ibu PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, termasuk tokoh – tokoh masyarakat. Semua harus bahu membahu, bergotong royong untuk mengatasi masalah stunting,’’ ujarnya.

Hermanus menambahkan, stunting disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, termasuk dari kepedulian para orang tua dan masyarakat.

TPPS di Wilayah kecamatan Nunukan Selatan diharap intens melaksanakan intervensi dan evaluasi.

Sehingga tersaji sebuah data dan fakta konkret, mengenai stunting di lapangan secara riil.

‘’Supaya bisa dimiliki gambaran apakah upaya yang sudah dilakukan selama ini memberikan hasil yang maksimal. Jika ada penurunan, berapa angkanya, termasuk jika justru naik apa penyebabnya,’’ kata Hermanus.

Evaluasi ini sangat penting supaya kita bisa mengetahui dan menentukan strategi yang paling efektif untuk dilakukan untuk menangani stunting di wilayah kecamatan Nunukan Selatan.

Pemilihan strategi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, karena penyebab stunting tiap – tiap daerah bisa berbeda – beda.

‘’Jika langkah – langkah yang diilakukan selama ini dinilai kurang efektif, maka jangan pernah ragu untuk mencari strategi – strategi yang lain,’’ imbuhnya.

Hermanus kembali menegaskan, persoalan stunting tidak boleh dipandang sebelah mata.

Jika terus dibiarkan, stunting sangat mengancam kualitas dari generasi muda.

Anak – anak stunting berpotensi mengalami penurunan kecerdasan, gangguan mental, dan di usia dewasa sangat beresiko terkena penyakit – penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, jantung dan lain sebagainya.

‘’Mari kerja keras, lakukan apa saja yang kita mampu, sesuai peran dan posisinya masing masing. Bisa lewat edukasi kepada para ibu, kepada para remaja yang akan menikah, pemberian langsung bantuan makanan kepada Balita, dan banyak lagi yang bisa dilakukan,’’ kata Hermanus.

Hadir dalam acara ini, Camat Nunukan Selatan, Ramsidah, Forkopimcam Kecamatan Nunukan Selatan, para Lurah dan Kepala Puskesmas Nunukan Selatan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial