Menu ✖

Mode Gelap
Cinta Tak Direstui, Picu Tawuran Antar Keluarga di Nunukan Sebanyak 15 Legislator PKS se-Kaltara Ikuti Bimteknas, Pertajam Kepekaan Demi Pelayanan Optimal Kepada Rakyat  Angka Kemiskinan Kabupaten Nunukan Turun 0,04 Persen di Tahun 2026 Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026

Hukrim

Cinta Tak Direstui, Picu Tawuran Antar Keluarga di Nunukan

badge-check


					Tangkapan layar perkelahian antar keluarga akibat hubungan asmara tak disetujui viral di Medsos. Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Tangkapan layar perkelahian antar keluarga akibat hubungan asmara tak disetujui viral di Medsos. Dok.Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Kisah asmara remaja di Nunukan, Kalimantan Utara yang berujung tawuran antar keluarga, menjadi viral di Media Sosial.

Hubungan pacaran antara gadis bernama JL dan pria bernama MS (25), yang ditentang pihak keluarga perempuan, mengakibatkan salah paham yang berujung perkelahian 4 lawan 4.

Video perkelahian di seputar Jalan TVRI, di samping Cafe Zayhan tersebut, tersebar di banyak akun Medsos dan menjadi buah bibir masyarakat.

“Peristiwa tawuran tersebut terjadi Minggu 18 Oktober 2026 malam. Ternyata dua kubu yang berkelahi adalah satu keluarga,” ujar Kapolsek Nunukan, Iptu.Disko Barasa, Selasa (20/10/2026).

Barasa menuturkan, tawuran berawal dari saling berbalas pesan antara JL dan istri RZ yang merupakan sepupunya.

JL mengirim pesan agar urusannya tak perlu dicampuri. JL menambahkan kalimat kasar dan kurang pantas dalam pesannya.

Istri sepupunya, lalu menceritakan masalah tersebut kepada sang suami.

“Tak terima dengan bahasa JL, RZ mengirim pesan suara berisi ancaman yang membuat JL ketakutan dan menangis,” imbuhnya.

Melihat JL menangis, rekan kerjanya mencoba bertanya dan diperdengarkan pesan suara yang berisi ancaman RZ.

Merasa kasihan dengan JL, rekan kerjanya membalas pesan suara tersebut, dan menantang RZ agar segera datang ke Wainara Barber Shop di Jalan TVRI.

“Pesan suara yang menjadi jawaban atas RZ, disangka dikirim oleh kekasih JL, MS. RZ yang tak terima, mengajak tiga anggota keluarganya untuk mendatangi Barber Shop yang merupakan tempat kerja MS,” imbuh Barasa.

Tanpa basa basi, empat orang yang dibawa RZ langsung melampiaskan emosi dengan memukul MS yang kemudian langsung dibalas oleh tiga teman kerja MS juga.

“Akhirnya jadi perkelahian satu lawan satu. Mereka saling pukul, saling banting. Saat kita amankan ke Polsek, terungkaplah mereka semua masih memiliki hubungan keluarga,” lanjutnya.

Menimbang hubungan kekerabatan delapan orang yang bertikai tersebut polisi akhirnya menyarankan mediasi dan kasuspun berujung damai.

“Semoga ini menjadi pelajaran. Bagaimanapun emosi tak menyelesaikan masalah. Semoga kesepakatan damai mendekatkan kedua kubu dan mempererat ikatan persaudaraan mereka,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim