Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara Miliki Gedung Laboratorium Terpadu, PNN Diharap Mampu Mengangkat Fakultas di Kancah Internasional Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’

Advertorial

Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar

badge-check


					Petugas BPBD menarik selang air saat berupaya menjangkau lahan persawahan yang terbakar. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Petugas BPBD menarik selang air saat berupaya menjangkau lahan persawahan yang terbakar. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – sebuah lahan persawahan seluas kurang lebih 3 hektar, milik Kardi, warga Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, hangus terbakar pada Sabtu (17/10/2026) siang.

Peristiwa tersebut, dilaporkan ke Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Kecamatan Lumbis, oleh warga bernama Rido Roma (17), sekitar pukul 13.32 wita.

‘’Petugas BPBD bergerak menuju TKP, dan memulai upaya pemadaman mulai pukul 14.05 wita,’’ ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nunukan, Asmar, melalui pesan tertulis.

Upaya pemadaman berlangsung dinamis, melibatkan 5 personel BPBD, 4 personel Damkar, serta dibantu oleh 10 warga setempat.

Upaya tersebut, didukung satu unit mobil operasional Damkarhutla BPBD Pos Lumbis.

‘’Setelah berjuang di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.18 wita,’’ imbuhnya.

Asmar menyampaikan terima kasihnya atas kesigapan personel BPBD Pos Lumbis, para petugas Damkar, serta masyarakat yang bergerak cepat bergotong-royong di lapangan, sehingga api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke pemukiman atau area produktif lainnya.

Asmar juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering atau angin kencang.

‘’Mari tingkatkan kewaspadaan bersama. Masyarakat diharapkan saling mengawasi lingkungan sekitar dan segera mematikan sisa-sisa api sekecil apapun, seperti bekas pembakaran sampah atau puntung rokok yang dibuang sembarangan,’’ kata dia.

‘’Jika ada masyarakat yang melihat adanya titik api atau munculnya asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada pos BPBD terdekat, aparat desa, atau petugas pemadam kebakaran agar tindakan pencegahan dini bisa langsung dilakukan,’’ imbuhnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial