Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Banyak Petani di Nunukan Beli Pupuk Malaysia, DPRD Minta Aparat Bijak dan Tak Main Tangkap

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Adama Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Adama

NUNUKAN, infoSTI – Kekurangan pupuk di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi keluhan para petani, khususnya di Pulau Sebatik, yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Para petani, banyak yang membeli pupuk ke Malaysia, karena selama ini, pupuk subsidi yang datang ke Nunukan, kebanyakan kurang diminati masyarakat, dan efek yang diinginkan kurang memuaskan saat panen.

‘’Tapi kendalanya, banyak kasus pupuk yang dibeli dari Malaysia diamankan aparat karena dianggap illegal. Sementara fakta di lapangan, kita sangat kekurangan pupuk,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Adama, Senin (30/6/2025).

Bagi petani kelapa sawit, membeli pupuk di Tawau, Malaysia, dengan harga jauh lebih mahal, sekitar RM 300 perkarung atau Rp 1.050.000, tetap menjadi alternative. Meskipun ada pupuk subsidi dari pemerintah yang dihargai Rp 165.000/karung.

Menurut Adama, kebanyakan petani kelapa sawit Nunukan, pernah bekerja di perkebunan Malaysia, dan terbiasa menggunakan pupuk Malaysia.

Dan kedua, mereka sudah pernah melihat langsung hasil panen dari pemakaian pupuk Tawau, sehingga harga pupuk lebih mahal, bukan menjadi halangan.

‘’Ini PR untuk Pemerintah Daerah, untuk para aparat kita. Tolonglah kalau masyarakat beli pupuk Malaysia jangan ditangkap. Memang mereka salah, tapi keadaan memaksa itu,’’ kata Adama.

‘’Dan mohon diingat, kita di perbatasan Negara, jadi ada namanya kebijakan lokal. Kalau beli banyak, itu karena terkadang barangnya kosong di Malaysia. Lain urusannya kalau pupuknya untuk dikirim keluar Nunukan,’’ katanya lagi.

Kekurangan pupuk di Nunukan, diharap bisa terakomodir dengan program program pembangunan pertanian dan perkebunan yang dicanangkan pemerintah.

Salah satunya, wacana koperasi merah putih, yang menjadi harapan ketersediaan pupuk bagi para petani di perbatasan RI – Malaysia ini.

Seharusnya, Pemda Nunukan melalui Dinas Pertanian sudah memiliki data, berapa jumlah petani yang perlu pupuk.

Nama nama mereka dipajang di tempat penjualan pupuk/koperasi, sehingga penyaluran pupuk benar benar tepat sasaran.

‘’Dan kalau memang koperasi merah putih berjalan nantinya. Kita berharap pupuk menjadi produk unggulan. Karena Nunukan sangat butuh pupuk,’’ kata Adama.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial