Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Nunukan

Dinkes Nunukan Usulkan 5040 Ibu Hamil dan Menyusui Sebagai Sasaran Program MBG

badge-check


					Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia,

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Nunukan, Kalimantan Utara, mengusulkan 5.040 ibu hamil dan Ibu menyusui, sebagai sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‘’Sejauh ini kita belum tahu kapan ada realisasi MBG untuk Bumil dan ibu menyusui ASI eksklusif. Kita mendata saja, rinciannya 1.549 ibu menyusui, dan 3.491 ibu hamil,’’ ujar Kepala Dinkes Nunukan, Miskia, ditemui Senin (13/1/2025).

Angka tersebut masih akan bertambah, karena sampai hari ini, masih ada 2 Puskesmas dari 16 Puskesmas yang ada, belum mengirimkan datanya ke Dinkes.

Keberadaan 2 Puskesmas di wilayah pelosok terpencil, memiliki kendala jaringan internet, sehingga data mereka belum terkirim.

Pada pelaksanaan Program MBG perdana di Nunukan, kata Miskia, Dinkes Nunukan, hanya sebatas memastikan apakah pihak vendor/penyedia makanan, telah memiliki sertifikat kesehatan, dan apakah cara masak sampai penyajiannya higienis.

‘’Kita dapat SE Kemenkes untuk memeriksa masalah Yayasannya, sudahkah bersertifikat kesehatan, dan penyajiannya benar higienis. Dan Dinkes juga diminta membina para pekerja dapurnya, mengedukasi kebersihan, kesehatan dan kandungan menu dalam sajiannya,’’ urai Miskia.

Sampai hari ini, menu yang disajikan di Program MBG di Nunukan, dikatakan sesuai standar gizi.

Ada karbohidrat, kandungan protein dari lauk yang disajikan, vitamin dan zat besi dari sayurannya, juga mineral dan kalsium dari buah.

‘’Saat ini belum tersedia susu sebagai penyempurna makanan 4 sehat itu. Tapi tidak masalah karena secara kebutuhan, semua kandungan di MBG sudah memenuhi standar gizi,’’ kata Miskia.

Meski tidak dilibatkan langsung dalam Program MBG, Dinkes Nunukan sebenarnya melaksanakan program makanan tambahan bagi Ibu Hamil dan pemenuhan gizi bagi anak berpotensi stunting.

Program yang digagas Kemenkes RI tersebut, sudah berjalan selama 2 tahun di Nunukan.

‘’Bahkan dari 30,5 persen keberadaan anak berpotensi stunting di Kabupaten Nunukan, saat ini datanya menurun, menjadi 11 persen. Ini sebuah kemajuan dan memang pemberian makanan bergizi itu sangat penting baik untuk tumbuh kembang anak, maupun daya fikirnya,’’ kata dia.

Mekanismenya juga nyaris sama dengan MBG. Pihak ketiga, menjalin kerja sama dengan 16 Puskesmas di sejumlah Kecamatan, dan pihak ketiga itulah yang menyediakan makanan serta mengantarnya ke rumah rumah warga yang telah didata sebagai keluarga rentan stunting.

‘’Bedanya, kita melakukan penanganan anak potensi stunting sampai usia 2 tahun saja. Kalau MBG kan mencakup semua, dari Bumil, sampai anak SMA,’’ kata Miskia.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan