Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Penguatan Pendidikan Vokasi, Irwan Sabri Ingin PNN Menjadi Salah Satu Ikon Pendidikan Tinggi di Perbatasan Jalan Tembus Krayan – Malinau Ditargetkan Tuntas 2028, Irwan Sabri : Tahun 2028 Akan Jadi Momentum Bersejarah Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi Basah, Ini yang Dilakukan BPBD Nunukan Kisah Udin, Eks TKI Terlantar yang Terus Berceloteh Menunggu Gajinya yang Belum Dibayar Selama Tiga Bulan Niat Ke Malaysia Menjadi TKI, Paisal Alami Gangguan Psikososial dan Terlantar di Nunukan Konsulat RI di Tawau, Ingin Skema Kerjasama Untuk Beasiswa Anak Anak PMI yang Melanjutkan Sekolah ke Nunukan

Advertorial

Literasi Iklim Kaltara 2024, Kolaborasi Bersama Untuk Menjaga Perubahan Iklim Kaltara

badge-check


					Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Setda Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., membuka acara Literasi Iklim Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2024, Perbesar

Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Setda Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., membuka acara Literasi Iklim Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2024,

TANJUNG SELOR, infoSTI – Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Setda Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., membuka acara Literasi Iklim Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2024, dengan tema ‘Pemuda Bergerak : Selamatkan Bumi’, bertempat di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Rabu (11/12/2024).

Robby menyampaikan, Provinsi Kaltara memiliki total luas wilayah sekitar 75.467 km persegi, terdiri dari pegunungan, pesisir dan wilayah kepulauan dengan 161 pulau kecil.

Pada tutupan lahannya, didominasi oleh hutan dan selebihnya perkebunan dan pemukiman.

‘’Kondisi ini menyebabkan provinsi Kalimantan Utara menjadi rentan terhadap bencana dan dampak akibat perubahan iklim,” ujar Robby.

Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kaltara ini menyebut, keberadaan sungai – sungai yang melintasi wilayah tersebut diatas, menjadikannya lebih rawan terhadap bencana hidrometeorologi.

Dampak perubahan iklim tidak hanya terbatas pada aspek lingkungan, namun memberikan konsekuensi serius terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat.

Di wilayah pesisir, perubahan iklim dapat memicu bencana seperti banjir, sedangkan kekeringan juga menjadi masalah utama di wilayah ini.

“Kekeringan yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Yang tentunya bisa menyebabkan permasalahan kabut asap yang berdampak negatif pada kesehatan masyarakat,” kata dia.

Dalam upaya mencegah masalah ini, dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk sektor swasta, akademisi dan komunitas.

Kegiatan literasi iklim ini, diharap dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi isu perubahan iklim di provinsi Kaltara.

“Sehingga upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat terlaksana dengan baik, membawa Kalimantan Utara menuju masa depan yang lebih berketahanan iklim dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Hadir diantaranya Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Kepala BMKG Statiun Meteorologi Juwata, Muhammad Sulam Khilmi.

Jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kaltara, dan tamu undangan.

Sumber berita : DKISP Kaltara.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial