Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Perpustakaan Harus Menjadi Prioritas Nasional Demi Menyongsong Indonesia Emas 2045

badge-check


					Kadis DPK Kaltara, Ilham Zain. Perbesar

Kadis DPK Kaltara, Ilham Zain.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, Ilham Zain, menekankan pentingnya perpustakaan mendapatkan prioritas dalam penganggaran nasional.

Menurutnya, kebijakan ini akan berdampak positif pada peningkatan minat baca, literasi, dan intelektualitas masyarakat, khususnya generasi muda seperti generasi milenial, generasi Z, dan generasi alpha.

“Jika pendidikan mendapat alokasi 20 persen dan kesehatan 10 persen dari APBN, maka perpustakaan juga harus diperhatikan. Perpustakaan perlu diberi porsi prioritas sehingga mampu mencetak generasi yang pintar dan cerdas,” ujarnya, Jumat (29/11/2024).

Ilham Zain menegaskan bahwa literasi adalah bekal utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya yakin kunci utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah generasi yang punya karya dan berdedikasi tinggi. Nah, apa bekalnya? Ya literasi. Dan ini diperoleh di perpustakaan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan indeks minat baca. Menurutnya, perpustakaan telah memberikan banyak manfaat dan inovasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Orang-orang hebat dan cerdas banyak lahir dari kebiasaan membaca dan berkunjung ke perpustakaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilham Zain juga menyadari tentang pentingnya transformasi layanan perpustakaan.

Ia memahami bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat berbagai aktivitas kreatif dan edukatif yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

“Perpustakaan harus terus berinovasi untuk menyajikan layanan yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat akan semakin terdorong untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang ada,” bebernya.

Diharapkan, dengan perhatian lebih terhadap perpustakaan, Indonesia dapat menciptakan generasi yang unggul dalam menghadapi tantangan global menuju 2045. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial