Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

DPK Kaltara Berupaya Tingkatkan Kapasitas Pustakawan Dalam Pelayanan Masyarakat

badge-check


					Kadis DPK Kaltara, Ilham Zain. Perbesar

Kadis DPK Kaltara, Ilham Zain.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, terus berupaya meningkatkan kapasitas pustakawan di tingkat pemerintah daerah, maupun pemerintahan desa.

Langkah ini ditempuh untuk memastikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin relevan, inovatif, dan berdampak positif dalam mendukung peningkatan literasi serta kegemaran membaca masyarakat.

Kepala DPK Provinsi Kaltara, Ilham Zain, menegaskan, peningkatan kapasitas pustakawan merupakan salah satu prioritas utama pihaknya.

Untuk itu, DPK secara rutin mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan materi yang selalu diperbarui, sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

“Pustakawan adalah ujung tombak dalam pelayanan informasi dan literasi masyarakat. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk memberikan pembekalan yang tepat, termasuk materi yang sesuai dengan perkembangan zaman, seperti digitalisasi, pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi, dan strategi pemberdayaan masyarakat,” ujar Ilham Zain, Kamis (28/11/2024).

Menurut Ilham, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan harus berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami ingin perpustakaan menjadi ruang publik yang inklusif, tempat masyarakat dapat belajar, berinovasi, dan mendapatkan solusi atas berbagai kebutuhan informasi. Dengan pustakawan yang mumpuni, hal ini bisa diwujudkan,” tambahnya.

Program Bimtek, diupayakan mencakup berbagai materi, mulai dari teknik pengelolaan koleksi, strategi peningkatan minat baca, hingga keterampilan komunikasi untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya kemampuan pustakawan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pelayanan, seperti penggunaan aplikasi pengelolaan perpustakaan.

“Kami sadar bahwa teknologi terus berkembang pesat. Oleh karena itu, pustakawan perlu dibekali kemampuan untuk mengikuti perkembangan ini, agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Ilham.

“Selain pengelolaan perpustakaan, kami juga mendorong pustakawan untuk menciptakan program-program berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan praktis dan kegiatan edukatif lainnya. Dengan begitu, perpustakaan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat,” jelasnya.

Ilham Zain menambahkan, pelatihan semacam ini, akan terus dilakukan secara berkesinambungan.

“Ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Utara. Literasi adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan global, dan pustakawan adalah salah satu elemen penting untuk mencapainya,” pungkasnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial