Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Buka Sosialisasi TPBIS, Suriansyah : Penguatan Literasi Adalah Percepatan Mengurangi Kemiskinan

badge-check


					Sekretaris Daerah Kaltara, Suriansyah saat membuka sosialisasi TPBIS di Tj Selor. Perbesar

Sekretaris Daerah Kaltara, Suriansyah saat membuka sosialisasi TPBIS di Tj Selor.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, maka perpustakaan perlu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat dan swasta.

Tak hanya itu, peran serta masyarakat juga diharapkan sebagai upaya dalam pembentukan, pengelolaan, penyelenggaraan, pengembangan dan pengawasan.

Demikian disampaikan Sekretaris Provinsi Kaltara Suriansyah, saat memakili gubernur Zainal A Paliwang, membuka kegiatan sosialisasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) di Tanjung Selor, Senin (25/11/2024).

Hal ini, lanjutnya, dilakukan untuk meningkatkan jumlah pemustaka yang datang ke perpustakaan.

“Melalui ini, bisa menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti buku, komputer dan internet serta tenaga-tenaga pengelola perpustakaan yang terlatih untuk memberikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, perpustakaan sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, tentang perpustakaan, merupakan urusan wajib non pelayanan dasar yang berperan sebagai wahana belajar sepanjang hayat untuk mengembangkan potensi masyarakat, untuk mencapai cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa.

Adapun program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum, melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dilaksanakan oleh perpustakaan nasional, merupakan program yang mendukung program prioritas nasional.

Hal ini bertujuan untuk percepatan pengurangan kemiskinan melalui penguatan literasi untuk kesejahteraan.

“Revitalisasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” kata dia.

Suriansyah menambahkan, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan program Perpusnas RI, sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat dan sebagai tempat aktivitas masyarakat.

“Program ini memiliki dampak yang dapat dirasakan langsung bagi masyarakat, dalam rangka penguatan literasi masyarakat melaui beragam kegiatan literasi informasi yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” imbuhnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial