Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Raih Penghargaan TPBIS, Kaltara Diharap Menjadi Pelopor Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

badge-check


					Kaltara meraih penghargaan TPBIS dari Perpustakaan Nasional RI, Perbesar

Kaltara meraih penghargaan TPBIS dari Perpustakaan Nasional RI,

TANJUNG SELOR, infoSTI – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara, Ilham Zain, memberikan ucapan selamat dan penghargaan atas prestasi luar biasa yang diraih Kaltara, dalam pertemuan Pembelajaran Sebaya Nasional 2024, yang merupakan bagian dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional RI bulan ini.

Pada acara tersebut, DPK Kota Tarakan berhasil meraih dua penghargaan bergengsi, yakni Inovasi Advokasi dan Kemitraan Terbaik, serta Perpustakaan Kabupaten/Kota dengan Implementasi Program TPBIS Terbaik.

Selanjutnya, program TPBIS yang diterapkan di Desa Gunung Putih, Kabupaten Bulungan, juga mendapat penghargaan tinggi, dan meraih juara dalam lomba Photobooth.

“Prestasi ini menunjukkan komitmen kita dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat. Saya mengucapkan selamat kepada DPK Kota Tarakan dan semua pihak yang terlibat atas pencapaian luar biasa ini,” ujar Ilham Zain.

Ilham menambahkan, penghargaan ini, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perpustakaan di Kalimantan Utara.

Dengan harapan untuk terus berinovasi, dan membangun kolaborasi dalam menciptakan perpustakaan yang inklusif dan berdampak luas.

“Khusus untuk Desa Gunung Putih, pencapaian ini membuktikan bahwa transformasi perpustakaan bisa dilakukan di desa, bukan hanya di kota. Semangat gotong royong dan inovasi yang mereka tunjukkan, sangat patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi yang lain,” tambahnya.

Ajang ini, menjadi momen penting bagi perpustakaan di Kalimantan Utara untuk terus mengembangkan perannya sebagai pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan prestasi ini, diharapkan Kalimantan Utara dapat menjadi pelopor dalam pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di tingkat nasional serta memberikan inspirasi bagi daerah lain.

Sumber berita : DKISP Kaltara.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial