Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Advertorial

Wujudkan Layanan Informasi Lebih Inklusif, Diskominfotik Nunukan Teken Kerjasama dengan SLB

badge-check


					Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian  (Diskominfo) Kabupaten Nunukan, meneken kerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, untuk mewujudkan pelayanan informasi lebih inklusif. Dok.Diskominfotik Nunukan. Perbesar

Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Nunukan, meneken kerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, untuk mewujudkan pelayanan informasi lebih inklusif. Dok.Diskominfotik Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian  (Diskominfo) Kabupaten Nunukan, meneken kerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, untuk mewujudkan pelayanan informasi lebih inklusif.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Pelayanan Informasi Publik yang Inklusif dan Aksesibel bagi Pemohon Informasi Berkebutuhan Khusus, yang ditandatangani Kepala Diskominfotik, Arief Budiman dan Kepala Sekolah SLB, Zet Simon, Jumat (2/10/2026).

Melalui kerja sama tersebut, penyandang disabilitas pemohon informasi, akan mendapat dukungan aksesibilitas, pendampingan, hingga bantuan komunikasi sesuai kebutuhan.

Arief Budiman mengatakan, kerja sama ini tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik, tetapi juga memastikan proses pelayanan dapat berlangsung secara setara, mudah dipahami dan tidak diskriminatif, khususnya bagi pemohon berkebutuhan khusus yang membutuhkan dukungan komunikasi maupun pendampingan.

“Pelayanan informasi publik harus dapat dirasakan semua masyarakat, termasuk pemohon berkebutuhan khusus. Karena itu, kebutuhan aksesibilitas perlu diidentifikasi sejak awal agar pelayanan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pemohon,” ujar Arief.

Keterlibatan SLBN Nunukan, lanjutnya, akan membantu Diskominfotik dalam memberikan dukungan yang lebih tepat, terutama ketika pemohon membutuhkan bantuan ‘khusus’.

“Dengan adanya koordinasi ini, kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kesulitan hanya karena keterbatasan akses dalam memperoleh informasi publik,” tegasnya.

Arief menjelaskan, cara pelayanan bagi penyandang disabilitas, tetap sama sepertia biasa, dimana pemohon terlebih dahulu menyampaikan permohonan informasi kepada pihak Diskominfo.

Selanjutnya, kebutuhan aksesibilitas pemohon akan diidentifikasi. Apabila diperlukan dukungan khusus, Diskominfo akan berkoordinasi dengan SLBN Nunukan.

Pihak SLBN kemudian memberikan dukungan sesuai kebutuhan pemohon dan ketersediaan personel.

Ruang lingkup kerja sama juga mencakup peningkatan kapasitas, sosialisasi dan koordinasi, selain dukungan aksesibilitas dan pendampingan.

Dengan adanya kerja sama ini, Diskominfo Nunukan dan SLBN Nunukan menargetkan pelayanan informasi publik yang semakin ramah, setara dan mudah diakses, sehingga keterbatasan fisik maupun komunikasi tidak menjadi hambatan bagi masyarakat dalam memperoleh hak atas informasi publik

Meski demikian, kata Arief, PKS tersebut menegaskan bahwa dukungan SLBN Nunukan hanya berada pada aspek aksesibilitas dan tidak mengambil alih kewenangan PPID.

‘’Keputusan terkait pemberian atau penolakan informasi, pengklasifikasian informasi, keberatan hingga penyelesaian permohonan informasi publik tetap menjadi kewenangan badan publik atau PPID sesuai ketentuan yang berlaku,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Nunukan, Zet Simon menyampaikan, pihaknya siap memberikan dukungan sesuai sumber daya dan kompetensi yang dimiliki, untuk membantu mewujudkan pelayanan informasi publik yang lebih inklusif.

‘’Dukungan dapat kami berikan dalam berbagai bentuk, mulai dari fasilitasi Juru bahasa isyarat, pendampingan bagi tunanetra, bantuan membaca, bantuan komunikasi, maupun bentuk dukungan lain yang diperlukan,’’ kata Zet.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial