Menu ✖

Mode Gelap
Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai, Kepala BTNKM Ajak Warga Ikut Melestarikan dan Menjaga Habitat Hewan Melihat Seni Membatik di Balik Penjara Nunukan, Goresan Canting WBP yang Mencerminkan Do’a dan Harapan Cerita Bripka Jamaluddin, Jadikan Rumahnya TPA Demi Mengajar Anak Anak Mengaji Ditinggal Mati Istri, Eks PMI Malaysia Terlantar dan Meninggal di Shelter Dinas Sosial Nunukan Hadiri Tasyakuran Gedung KDMP Sekaduyan Taka, Irwan Sabri Berharap Disparitas Harga di Perbatasan Bisa Teratasi Hadiri HUT 81 PMI di Pulau Sebatik, Bupati Nunukan Beri Penghargaan Para Pahlawan Kemanusiaan

Kaltara

Kucing Merah Kembali Terekam Kamera Pengintai, Kepala BTNKM Ajak Warga Ikut Melestarikan dan Menjaga Habitat Hewan

badge-check


					Spesies langka endemik Kalimantan Kucing Merah Kalimantan (Catopuma badia), terekam kamera pengintai di Wilayah Resor Mentarang Tubu, Kabupaten Malinau. Dok.TNKM. Perbesar

Spesies langka endemik Kalimantan Kucing Merah Kalimantan (Catopuma badia), terekam kamera pengintai di Wilayah Resor Mentarang Tubu, Kabupaten Malinau. Dok.TNKM.

MALINAU, infoSTI – Kamera Pengintai (Camera trap) milik Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), kembali merekam keberadaan Kucing Merah Kalimantan (Catopuma badia) di Wilayah Resor Mentarang Tubu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Satwa misterius yang bersatus terancam punah (Endangered) dan terkenal sangat elusif tersebut, terlihat pada camera trap dalam kegiatan Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan TNKM di wilayah Resor Mentarang Tubu, Desa Rian Tubu, yang dilaksanakan oleh petugas SPTN Wilayah II Long Alango pada tahun 2025 lalu.

Setelah terpasang selama berbulan-bulan di bawah rimbunnya kanopi hutan primer, data visual berharga ini akhirnya berhasil diunduh dan diambil pada tahun 2026, melalui kegiatan SMART Patrol yang dilaksanakan oleh petugas BTNKM.

‘’Temuan melalui kamera trap serta pengamatan petugas di lapangan, menjadi bagian penting dalam pemantauan keaneka ragaman hayati dan upaya konservasi satwa liar di kawasan perbatasan Kalimantan Utara,’’ ujar Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, melalui pesan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Informasi keberadaan kucing merah sebelumnya juga diperoleh dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau. Diantaranya daerah Bahau dan Mentarang pada 2023.

Di tahun yang sama, petugas TNKM berhasil menemukan dan mendokumentasikan kucing merah di wilayah Krayan.

‘’Bagi pengelola kawasan, setiap dokumentasi dan informasi mengenai keberadaan satwa menjadi data penting untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pengelolaan konservasi,’’ tegasnya.

Dijelaskan Seno, kamera trap dipasang sejak awal September 2025 dan diambil kembali pada Agustus 2026.

Pemasangan kamera trap tersebut menargetkan keberadaan macan dahan dan kucing merah sebagai bagian dari pemantauan satwa liar di wilayah kerja Resort Mentarang Tubu.

Selain melalui kamera trap, informasi mengenai keberadaan kucing merah juga dapat diperoleh dari masyarakat maupun petugas yang beraktivitas di sekitar Kawasan.

Salah satunya, disampaikan Ferli, staf Resort Krayan, yang pernah menjumpai satwa tersebut di sekitar kebunnya.

Sebagaimana penuturan Ferli, ia melihat kucing merah saat sedang beristirahat di kebun miliknya yang berada sekitar dua kilometer dari kawasan TNKM.

Pada awalnya, Ferli belum mengetahui jenis satwa yang dijumpainya.

‘’Setelah mencari informasi, satwa tersebut diketahui sebagai kucing merah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dan petugas di lapangan, dalam memberikan informasi mengenai keberadaan satwa liar di sekitar kawasan konservasi,’’ tutur Seno.

Ia melanjutkan, upaya menjaga kucing merah, membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Setiap masyarakat yang tinggal, maupun beraktivitas di sekitar kawasan, memiliki peran penting dalam menjaga habitat dan melaporkan informasi mengenai kemunculan satwa liar kepada petugas.

Bagi TNKM, setiap temuan bukan hanya menjadi catatan keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi pengingat bersama bahwa kelestarian satwa sangat bergantung pada terjaganya habitat dan dukungan masyarakat di sekitar kawasan.

“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh pihak yang ada, untuk dapat membantu kami di dalam melestarikan kucing merah yang sudah sangat langka ini,” kata Seno.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara