NUNUKAN, infoSTI – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Utara, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66, di Aula Kantor BKPSDM Nunukan, Jumat (1/5/2026).
Ketua PKC PMII Kalimantan Utara, Muh. Nur Arisan, menegaskan, kegiatan bertajuk ‘Akselerasi Kaderisasi dan Memperkuat Soliditas Antar Pengurus dalam Orientasi Pembangunan Daerah’ ini, menjadi momentum konsolidasi organisasi, sekaligus penguatan kaderisasi bagi seluruh pengurus cabang PMII se-Kalimantan Utara.
Tema tersebut, sekaligus sebuah visi strategis yang menekankan pada tiga pilar utama untuk meningkatkan kualitas organisasi dan dampaknya terhadap pembangunan lokal.
Ia menjabarkan, akselerasi kaderisasi, berarti mempercepat proses rekrutmen, pembinaan, dan pelatihan kader untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang berkualitas.
Selama ini, PMII Kaltara fokus pada pembentukan kader-kader inovatif yang mampu menjadi pelopor perbaikan layanan dan pembangunan di tingkat daerah.
Hal tersebut, diwujudkan melalui pelatihan intensif, dimana kader disiapkan untuk memahami, merancang, dan mengimplementasikan inovasi yang relevan dengan tantangan lokal.
‘’Outputnya, kader yang digembleng akan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melakukan regenerasi instruktur berikutnya,’’ ujarnya.
Untuk bagian memperkuat soliditas antar pengurus, ia menekankan bahwa soliditas adalah kekompakan dan hubungan kerja yang kuat antar anggota tim/pengurus, yang menjadi pondasi utama menghadapi tantangan.
Ketika semua solid, maka keutuhan organisasi terjaga, potensi konflik internal diminimalisir dan semua mengutamakan maslahat bersama.
‘’Dan puncaknya, PMII Kaltara mampu membangun tim yang solid, saling percaya, dan aktif berkontribusi untuk visi bersama,’’ jelasnya.
Adapun untuk orienstasi pembangunan daerah, para kader PMII bisa berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam hal menggerakkan pembangunan.
‘’Dalam artian, tema yang kita usung adalah sebuah penekanan bahwa organisasi yang kuat (solid) dan terstruktur (kaderisasi cepat/baik) akan mampu memberikan dampak (pembangunan) yang maksimal dan relevan bagi daerah,’’ tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, baik APBN maupun APBD, agar dijalankan secara transparan dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat.
Nur Arisan kembali menegaskan, gerakan PMII harus tetap berada pada koridor perjuangan masyarakat dan tidak terjebak pada kepentingan politik golongan tertentu.
“PMII harus memiliki aksi nyata di masyarakat. Apa yang kita suarakan harus benar-benar berbasis kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik praktis ataupun kelompok tertentu,” kata dia.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Pemprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, mengapresiasi kontribusi PMII dalam melahirkan kader-kader intelektual dan pemimpin bangsa.
Selama 66 tahun, PMII telah menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kader yang konsisten mengawal nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“PMII bukan hanya organisasi kader, tetapi tempat lahirnya calon pemimpin bangsa yang berpijak pada nilai Islam, nasionalisme, keilmuan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Robby juga mengakui, tema Rakerda PMII tahun ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan daerah dan perkembangan zaman.
Sebuah organisasi kepemudaan, kata dia, harus mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Kader PMII harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya pengamat atau komentator. Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu berpikir kritis, kolaboratif dan memiliki jiwa melayani,” kata Robby.
Lebih lanjut, Robby menegaskan pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, termasuk PMII, dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan partisipatif.
‘’Semoga kegiatan ini berjalan lancar serta melahirkan kader-kader yang amanah dan visioner untuk kemajuan Kalimantan Utara,’’ harapnya.











