Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen Lebih 5 Hektar Lahan Warga di Nunukan Terbakar, Pemadaman Dilakukan Sampai 6 Jam Dinas Perdagangan Nunukan Buka Kios TPID, Coba Stabilkan Harga Ketika Harga Pasar Mulai Melonjak Harga Bensin Naik Karena Stok Habis, Bupati Nunukan Imbau Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun

Kaltara

Semaraknya Perlombaan Kemerdekaan RI di Lapas Nunukan

badge-check


					Anggota DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltara, Rahmawati Zainal saat mengunjungi Lapas Nunukan, Sabtu (22/8/2025). Perbesar

Anggota DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltara, Rahmawati Zainal saat mengunjungi Lapas Nunukan, Sabtu (22/8/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Hingar bingar teriakan semangat dan tepuk tangan meriah terdengar membahana dari dalam Gedung Lapas Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (22/8/2025).

Terlihat para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita mengikuti sejumlah perlombaan dalam semarak kemerdekaan 80 RI bersama Ketua TP-PKK Kaltara, Rahmawati Zainal.

Ragam lomba khas 17 Agustus, seperti makan kerupuk, balap kelereng, memasukkan spidol ke dalam botol, hingga joget balon, menjadikan suasana Lapas riuh rendah dengan suara teriakan para Napi.

“Kita hadirkan semarak HUT RI dalam Lapas. Mereka juga berhak merasakan serunya perayaan kemerdekaan,” ujar Rahmawati Zainal kepada wartawan.

Membawa semangat kemerdekaan RI dalam Lapas, menjadi salah satu upaya menumbuhkan rasa persaudaraan, persatuan dan keharmonisan.

Anggota DPR RI ini menegaskan, para WBP telah lama hidup bersama dalam Lapas, tentu memiliki empati, toleransi dan kepedulian yang berbeda beda.

Sehingga keseruan perlombaan yang dihadirkan kali ini diharap mampu semakin menguatkan ikatan emosional diantara mereka.

“Kita mau esensi kemerdekaan, bersatu berdaulat juga terjalin dalam penjara,” tegasnya.

Para Napi, kata Rahmawati, butuh perhatian lebih dan butuh bimbingan.

Mereka sedang menjalani konsekuensi dari perbuatannya, sehingga perlu adanya suntikan semangat dan aksi nyata yang membuat mereka merasa dimanusiakan sebagaimana layaknya masyarakat biasa.

“Mereka hanya tersesat. Mereka khilaf dan nekat melakukan hal instan demi mencapai tujuannya,” imbuhnya.

Rahmawati, memang menjadi pejabat yang rutin mengunjungi Lapas.

Ia membawa program keterampilan untuk bekal para Napi saat bebas nanti.
Mulai dari kerajinan tangan, kursus menjahit, salon, memasak dan membuat kue, hingga bercocok tanam.

“Kita salurkan bantuan yang dibutuhkan, kita edukasi mereka agar membekali diri dengan keterampilan yang menjadi modal mereka survive ketika bebas nanti,” kata dia.

Hasil para WBP Lapas Nunukan juga beragam dan sudah dinikmati hasilnya.

Ada kebun sayur mayur yang memenuhi pangan dalam Lapas, kuliner yang dijual hingga keluar Lapas.

“Bahkan salah satu produk batik khas Nunukan, Lulantatibu, banyak dihasilkan dari dalam Lapas Nunukan dan dijual hingga Malaysia,” kata dia.

Kalapas Nunukan, Puang Dirham mengapresiasi kepedulian pejabat negara kepada WBP.

Menurutnya, empati dan kepedulian yang ditunjukkan Ibu Anggota DPR RI Rahmawati Zainal, mampu menginspirasi para Napi.

“Perhatian dan kepedulian beliau sangat luar biasa. Beliau pasti menyempatkan diri ke Lapas setiap kunjungan ke Nunukan. Beliau cukup akrab dan dihormati WBP. Terima kasih banyak atas aksi nyata yang ditunjukkan,” kata Puang.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara