Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM Dua Minggu Lebih Ditampung Dinas Sosial Nunukan, Orang Terlantar yang Mengaku ‘Sultan’ Akhirnya Meninggal Dunia Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan

Nunukan

Perahu Dihantam Ombak dan Terbalik Saat Memasang Pukat, Dua Nelayan Pulau Sebatik Hilang

badge-check


					Tim SAR melakukan pencarian dua nelayan Sebatik yang hilang saat memasang pukat pada Selasa (31/12/2024) dini hari.  Perbesar

Tim SAR melakukan pencarian dua nelayan Sebatik yang hilang saat memasang pukat pada Selasa (31/12/2024) dini hari.

NUNUKAN, infoSTI – Keberadaan perahu terbalik di perairan Tanjung Karang, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (31/12/2024) dini hari, menghebohkan warga.

Para nelayan yang berangkat melaut di pagi hari, menemukan perahu yang nyaris sepenuhnya karam, sementara tidak ditemukan satupun ABK di perahu tersebut.

Sejumlah video beredar di media social, dan banyak nelayan ikut melakukan pencarian.

‘’Pencarian sedang berlangsung,’’ ujar anggota BPBD Nunukan, di Pulau Sebatik, Djemijan, dihubungi, Rabu (1/1/2025).

Laporan peristiwa karamnya perahu nelayan, diterima dari Ketua RT 03, Desa Setabu, Sebatik Barat, pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 06.30 wita.

Sebagaimana dituturkan Djemijan, pada Selasa (31/12/2024) dini hari, kondisi ombak sedang pasang, dan angin bertiup cukup kencang.

‘’Jadi perahu yang karam tersebut dinaiki tiga nelayan. Mereka memasang pukat dengan mengikat perahunya ke pondasi rumput laut. Tapi karena angin kencang, dan ombak yang kuat, perahu terbalik,’’ kata dia.

Para nelayan tercebur ke laut. Satu nelayan terus berpegangan pada perahu, sementara dua ABK lain tergulung ombak.

‘’Info yang saya dapat dari pelapor, yang selamat ini memang pandai berenang. Kalau dua nelayan itu, sama sama tidak pandai berenang,’’ imbuhnya.

Seorang nelayan yang terus berpegangan perahu, sempat terombang ambing semalaman, sebelum akhirnya ditolong nelayan yang lewat pada pagi harinya.

‘’Tim Basarnas sudah turun lapangan melakukan pencarian. Kita do’akan sama sama, semoga korban ditemukan dalam kondisi selamat semua,’’ kata Djemijan lagi.

Laporan resmi Basarnas mencatat, lokasi perahu yang tenggelam, berada di daerah perairan Tanjung Karang, Pulau Sebatik, pada koordinat 3°55’50.2 N, 117°52’41.8″ E.

Adapun dua nelayan yang dalam pencarian, masing masing, Kaharuddin (22), dan Ardi (27). Keduanya, warga Desa Setabu, Sebatik Barat.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan