Menu

Mode Gelap
Saat Pekik Merdeka Diteriakkan Warga Perbatasan RI – Malaysia Sambil Menanam Padi di Tengah Jalan Berlumpur Tiga Unit Rumah Guru SD di Pedalaman Sembakung Terbakar, Damkar Minta Maaf Karena Lokasi Tak Terjangkau Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai

Nunukan

Rumah Seorang Buruh Rumput Laut di Pulau Sebatik Luluh Lantak Diterjang Angin Puting Beliung

badge-check


					Sebuah rumah kayu di Desa Balansiku, Sebatik, hancur akibat terjangan puting beliung, Sabtu (28/12/2024) malam. Perbesar

Sebuah rumah kayu di Desa Balansiku, Sebatik, hancur akibat terjangan puting beliung, Sabtu (28/12/2024) malam.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah rumah kayu berukuran 4 x 7 m2 di Desa Balansiku, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, luluh lantak diterjang angin puting beliung, Sabtu (28/12/2024), malam.

Rumah yang diketahui milik buruh rumput laut bernama Alimuddin tersebut, berada di pesisir pantai, dan berjarak sekitar 30an meter dari rumah rumah warga lainnya.

‘’Kejadiannya cukup cepat semalam. Mungkin sekitar lima menitan, menghancurkan rumah, dan hilang begitu saja anginnya,’’ ujar Kamaruddin, pemilik lahan dan juragan dari Alimuddin, saat dihubungi, Minggu (29/12/2024).

Kamaruddin menuturkan, rumah yang dihuni Alimuddin, merupakan rumah papan beratap seng, yang menjadi tempat tinggal istri dan 4 orang anaknya.

Dalam rumah tersebut, terdapat bayi berusia 6 bulan, yang saat itu didekap erat oleh istri Alimuddin, Jumiati.

‘’Keluarga Alimuddin, cukup syok dengan terjangan angin puting beliung yang tiba tiba, dan menghancurkan rumah kayu mereka.

‘’Waktu kejadian semalam, Alimuddin ada di laut. Cuma istri dan empat anaknya, yang satunya masih bayi. Bayi itu terus didekap ibunya, yang berteriak minta tolong,’’ tutur Kamaruddin.

Beruntung, angin puting beliung, tidak membuat kayu kayu atap berjatuhan ke dalam rumah.

Material bangunan, seperti kayu reng, dan seng, terbang cukup jauh dari rumah.

Terjangan angin juga membuat dinding papan jebol, dan berserakan.

‘’Beruntungnya tidak ada kayu kayu jatuh ke dalam rumah. Begitu terjangan angin selesai, istri dan anak anak Alimuddin baru bisa lari keluar rumah, mencari pertolongan,’’ katanya.

Tetangga yang melihat keluarga ini berlarian segera memberikan pertolongan.

Istri Alimuddin, kemudian menelfon suaminya, mengabarkan kejadian tersebut.

‘’Saya sudah meminta mereka untuk tinggal di kostan saya sementara waktu. Nanti, kalau sudah ada biaya, kita perbaiki sama sama rumahnya,’’ kata Kamaruddin.

Tokoh masyarakat Sebatik, Andre Pratama, meminta Pemda Nunukan melihat musibah ini sebagai salah satu sasaran bantuan sosial.

Bagaimanapun, kata Andre, masyarakat yang mendapat musibah ataupun kemalangan, berhak mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

‘’Saya berharap, ini menjadi perhatian. Kita mau mereka segera mendapatkan bantuan,’’ kata Andre.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan