TANJUNG SELOR, infoSTI – Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, menghadiri Rapat Paripurna tentang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kalimantan Utara yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (25/10/2026).
HUT 14 Kaltara, mengambil tema ‘14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh, Semua Berdaya’.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kaltara, Ahmad Djufrie, didampingi Para Wakil Ketua dan seluruh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
Hadir Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Unsur Forkopimda, Sekretaris Provinsi, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas, organisasi pemuda dan wanita, serta insan pers.
Setelah membuka rapat dengan mengucapkan Dirgahayu Provinsi Kalimantan Utara ke-14, Ahmad Jufrie mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak bersama menjaga persatuan.
Sejarah lahirnya Kaltara sebagai provinsi ke-34 di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 pada 25 Oktober 2012, dibacakan.
Roda pemerintahan Kaltara, resmi dimulai sejak 22 April 2013 dengan Tanjung Selor sebagai ibu kota, yang kemudian ditetapkan melalui Perda Provinsi Kaltara Nomor 2 Tahun 2021 tentang Hari Jadi Provinsi Kalimantan Utara.
“Tema 14 Tahun Kaltara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya bukan sekadar slogan. Ini mengandung pesan yang sangat kuat. Kita tidak hanya ingin berfokus pada pertumbuhan ekonomi secara makro atau sekadar angka, tetapi kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan tersebut bersifat inklusif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Djufrie.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh inisiator, para pendahulu, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memperjuangkan berdirinya Provinsi Kalimantan Utara.
‘’Bagaimanapun keberadaan Kaltara, tak lepas dari perjuangan panjang tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda,’’ ujarnya lagi.
Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, turut menyampaikan penghormatan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh inisiator pembentukan provinsi dan para pendahulu.
Ia juga mengatakan, peringatan HUT tahun ini sengaja dilaksanakan dengan sangat sederhana, sebagai wujud keprihatinan atas bencana kabut asap yang tak kunjung selesai.
“Keputusan ini kita ambil sebagai wujud empati, keprihatinan, serta solidaritas kita bersama atas kondisi kabut asap yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah kita dan berdampak langsung pada kesehatan serta aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Zainal menyinggung tantangan pengelolaan keuangan daerah akibat kebijakan pemangkasan dan efisiensi anggaran.
Kendati demikian, kebijakan tersebut bukan untuk dikeluhkan melainkan menjadi tantangan dan ujian dalam perjalanan pemerintahan.
“Saya ingin menegaskan di mimbar terhormat ini, bahwa efisiensi anggaran tidak akan pernah memangkas semangat kita untuk terus membangun Kalimantan Utara,” tegasnya.
Saat ini, Pemprov Kaltara telah memiliki inovasi SINERGI KALTARA, sebagai wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, serta Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air (PKAA) yang pertama kali diterapkan di Indonesia, sebagai inovasi fiskal Pemprov Kaltara yang memperluas basis pajak daerah.
Ia menguraikan, berdasarkan rilis BPS, perekonomian Kaltara pada Triwulan II-2026 tumbuh impresif sebesar 4,96% dan secara kumulatif Semester I-2026 terhadap Semester I-2025 tumbuh sebesar 5,09%.
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Triwulan II-2026 tercatat menembus Rp 42,47 Triliun.
Capaian tersebut, diperkuat dengan deretan penghargaan nasional, diantaranya WTP 12 Tahun Berturut-turut dari BPK RI, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Terbaik II Regional Kalimantan, IKADA Peringkat I Nilai 99,53, IRH Predikat Istimewa, JDIH Predikat A, UHC Awards 2026 Kategori Madya, hingga Inabuyer Award 2026.
‘’Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Gubernur dan Ketua DPRD, mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak bersama, menjaga persatuan, serta mewujudkan Kaltara yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan dalam bingkai NKRI,’’ tutup Zainal.
Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Setda Nunukan, Muhammad Amin mengatakan, HUT Kaltara dilaksanakan sebagai empati dan kepedulian atas musibah Karhutla, mengajarkan arti solidaritas dan kemanusiaan.
Ia mengapresiasi HUT Kaltara yang tanpa perayaan mentereng, khususnya di tengah kondisi efisiensi anggaran.
‘’Kemaslahatan dan perlindungan terhadap warga negara haruslah menjadi landasan pijak sekaligus orientasi utama dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia,’’ kata dia.











