Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Advertorial

Sejumlah Bendera Merah Putih Dipindahkan Dibawah Pengawasan Tentara Malaysia di Sebatik, Ini yang Terjadi

badge-check


					Ilustrasi : Patok batas negara RI - Malaysia di Aji Kuning, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara. Perbesar

Ilustrasi : Patok batas negara RI - Malaysia di Aji Kuning, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara.

NUNUKAN, infoSTI – Sejumlah bendera merah putih yang terpasang di tiang bambu panjang di Desa Seberang, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, dipindahkan aparat Indonesia, dibawah pengawasan Tentara Diraja Malaysia.

Kejadian tersebut. Terekam kamera warga. Terlihat beberapa Petugas Satpol PP bersama TNI, mencabut dan memindahkan beberapa bendera yang terpasang di depan rumah warga.

Terlihat juga keberadaan tentara Malaysia berseragam loreng yang melihat dan memantau kegiatan tersebut.

‘’Itu di Desa Seberang, Sebatik Utara. Kejadiannya kemarin,’’ ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nunukan, Hasan Basri Mursali, dihubungi Rabu (30/9/2026).

Hasan menuturkan, pemindahan bendera yang terpasang sejak HUT RI 81 di Agustus 2026 lalu, dilakukan atas permintaan Pemerintah Malaysia, mengingat lebih 4,5 hektar wilayah Desa Seberang, masuk wilayah Malaysia.

Untuk diketahui, batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia di Pulau Sebatik, mengalami pergeseran. Indonesia mendapat hak seluas 127 hektare, sedangkan Malaysia mendapat 4,9 hektare.

‘’Wilayah tersebut sudah masuk Malaysia. Jadi disana ada rencana pembangunan proyek jalan. Akan ada pejabat Malaysia masuk untuk pengecekan, sehingga berkoordinasilah aparat Malaysia dengan TNI untuk memindahkan sejumlah bendera Indonesia di Desa Seberang,’’ jelas Hasan.

Pemindahan sejumlah bendera juga dilakukan aparat Indonesia, dan dibawah komando Koramil Sebatik.

Hasan melanjutkan, sejauh ini, Pemerintah Malaysia masih bijaksana karena tidak memaksa warga Desa Seberang segera pindah.

Dari keterangan aparat Malaysia, imbuhnya, ada perjanjian selama setahun pasca pengukuran patok disetujui kedua negara, pemerintah Indonesia akan menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan warga.

‘’Sayangnya sudah setahun lebih, pembayaran ganti rugi lahan warga tak kunjung ada kejelasan. Sementara pihak Malaysia sudah akan memulai pembangunan,’’ sesalnya.

Hasan berharap, Pemerintah Pusat segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi bagi sekitar 60 KK WNI di Pulau Sebatik, agar persoalan lahan masyarakat yang kini telah masuk Malaysia segera terselesaikan.

‘’Dari 60 KK Desa Seberang, sebagian sudah ada yang pindah, menumpang tinggal di rumah saudaranya, sambil menunggu ganti rugi lahan mereka. Mohon ini menjadi perhatian pusat,’’ kata Hasan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial