NUNUKAN, infoSTI – Polres Nunukan, Kalimantan Utara telah meningkatkan pengawasan di Jalan Strat Buntu, Nunukan Utara, pasca viralnya video cekcok seorang warga dengan terduga pengedar narkoba yang bertransaksi di depan rumahnya beberapa waktu lalu.
Hasilnya, polisi mengamankan empat terduga pemain narkoba dalam patrolI rutin yang digelar Jumat (10/4/2026) malam.
Mereka adalah, F (34) warga Jalan Pangkalan, Nunukan Timur, M (21) warga Jalan Simpang Kadir, Selisun, Nunukan Selatan.
Dan dua warga Jalan RE Martadinata, RT 06, Nunukan Utara, masing masing, A (27) dan Y (33).
Dari penggeledahan badan, polisi menemukan 9 bungkus paket hemat narkoba, dengan berat sekitar 0,45 gram.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengatakan, dua orang diantaranya, kedapatan memiliki narkoba, sementara dua lainnya, masih berstatus saksi.
‘’Kita mengamankan sembilan paket narkoba jenis sabu sabu siap edar, dengan berat bruto sekitar 0,45 gram,’’ ujar Sunarwan, melalui pesan tertulis, Sabtu (11/4/2026).
Perkara ini berawal dari petugas patroli yang melihat ada tiga orang yang berdiri di pinggir Jalan Strat Buntu dengan gelagat tak biasa.
Saat petugas patroli mendekat, salah satu orang yang mengenakan baju merah (F), terlihat membuang sebuah bungkusan jalan.
‘’Saat dicek, ternyata yang dibuang adalah narkoba sebanyak tiga bungkus,’’ kata Sunarwan.
Ketiganya lalu dibawa ke Mako Polsek Nunukan untuk dilakukan proses lebih lanjut.
Saat polisi menggeledah mereka, kembali ditemukan 6 paket narkoba yang diselipkan pada karet celana bagian belakang.
‘’Kita kembali ke Jalan Straat Buntu untuk menjemput terduga lain, bernama M. Dialah yang mengantar F menggunakan motor Scoopy untuk membeli narkoba di Straat Buntu,’’ jelas Sunarwan.
Sementara itu, Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas menegaskan, Polres Nunukan terus memperkuat langkah-langkah penindakan dan pencegahan.
Terkait video viral yang beredar di media sosial beberapa hari lalu, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan intensif.
Hasilnya, aparat berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.
“Kami mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah memberikan informasi. Ini sangat membantu dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.
Boni menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata keseriusan aparat dalam merespons cepat informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk dari media sosial.
Dengan langkah tegas dan komitmen yang kuat, diharapkan peredaran narkotika di Nunukan dapat ditekan secara signifikan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Ia juga berharap masyarakat terus memberikan informasi sekecil apapun yang ada kaitanya dengan peredaran Narkotika di wilayah Kabupaten Nunukan.
“Polres Nunukan tidak akan mundur. Justru ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih maksimal dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang menampilkan rekaman cekcok antara warga dengan seorang terduga pelaku penjual narkotika jenis sabu sabu, dengan warga Jalan Straat Buntu, Nunukan Utara, viral.
Kejadian tersebut akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan kepada para aparat penegak hukum, dan meminta mereka segera mengamankan penjual narkoba eceran dengan bukti video yang sedang viral tersebut.
Visual video, menunjukkan seorang warga yang sempat merekam adanya jual beli sabu sabu, di depan rumahnya.
Warga yang tak terima pekarangan rumahnya dijadikan lokasi peredaran narkoba, meneriaki terduga penjual narkoba dan terjadi cekcok mulut.
Sembari terus merekam dan mengarahkan Hp ke terduga pelaku, perekam mengancam akan memviralkan dan melaporkannya ke polisi.
Kasat Reskoba Polres Nunukan, AKP Rizal Muhammad mengatakan, Satreskoba bersama Tim Gabungan dari Polsek Kota, bersama – sama melakukan penelusuran lokasi, identifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta pengumpulan bahan keterangan dari warga sekitar.
“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait video tersebut. Setiap informasi yang beredar akan kami verifikasi guna memastikan kebenarannya,” tegasnya.










